Potensi Hujan hingga 16 April di Masa Peralihan Musim, Simak Prediksi BMKG

detik.com
2 jam lalu
Cover Berita
Jakarta -

Hujan masih terjadi di sejumlah wilayah Indonesia dalam beberapa waktu terakhir. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat kondisi ini berlangsung di tengah masa peralihan musim dari hujan menuju kemarau.

Masyarakat diimbau lebih waspada terhadap perubahan cuaca yang cepat. Lantas, bagaimana prediksi hujan dan kondisi atmosfer dalam beberapa hari ke depan menurut BMKG?

Baca juga: Ciri-ciri Musim Kemarau hingga Prediksi Puncaknya di Indonesia

Faktor Penyebab Hujan di Masa Peralihan

Menurut laporan BMKG, hujan dengan intensitas ringan hingga lebat dipengaruhi oleh sejumlah dinamika atmosfer. Aktivitas gelombang seperti Rossby Ekuatorial, Kelvin, dan Mixed Rossby-Gravity (MRG) terpantau aktif di berbagai wilayah Indonesia.

Selain itu, fenomena Madden-Julian Oscillation (MJO) juga berperan dalam meningkatkan potensi pembentukan awan hujan, terutama saat melintasi wilayah Sumatera. Peralihan monsun dari Asia menuju Australia turut membentuk pola sirkulasi udara yang memicu terbentuknya area pertemuan angin.

Faktor lokal seperti pemanasan permukaan pada siang hari dan perlambatan kecepatan angin juga mendukung terbentuknya awan konvektif. Kondisi ini meningkatkan peluang terjadinya hujan, terutama pada siang hingga malam hari.

Dinamika Atmosfer Sepekan ke Depan

Laporan BMKG menyebutkan dalam sepekan ke depan, kondisi atmosfer Indonesia masih dipengaruhi faktor global, regional, dan lokal. Pada skala global, fenomena El Nino Southern Oscillation (ENSO) berada pada fase netral, yang terlihat dari nilai indeks NINO 3.4 sebesar -0,35 dan SOI sebesar +2,1.

Sementara itu, Dipole Mode Index (DMI) juga berada pada fase netral dengan nilai -0,14. Kondisi ini menunjukkan belum adanya pengaruh signifikan terhadap peningkatan curah hujan dari Samudra Hindia, khususnya untuk wilayah Indonesia bagian barat.

Di tingkat regional, monsun Australia mulai menguat dan membawa massa udara yang cenderung lebih kering. Dominasi angin timuran di sebagian besar wilayah menjadi tanda bahwa beberapa daerah mulai memasuki masa peralihan menuju musim kemarau.

Meski demikian, aktivitas gelombang atmosfer dan potensi sirkulasi siklonik di beberapa wilayah masih mendukung terbentuknya awan hujan. Hal ini menyebabkan potensi hujan tetap terjadi di berbagai daerah meskipun musim kemarau mulai mendekat.

Baca juga: Apa itu El Nino? Ini Prediksi Tahun 2026 dan Langkah Antisipasi Dampaknya

Potensi Hujan Periode 13-16 April 2026

Pada periode 13 hingga 16 April 2026, cuaca di Indonesia umumnya didominasi hujan ringan hingga sedang. Namun, peningkatan intensitas hujan perlu diwaspadai di sejumlah wilayah, termasuk Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, hingga Papua.

Beberapa daerah diprakirakan berpotensi mengalami hujan sedang hingga lebat, seperti Aceh, Sumatera Barat, Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Banten, DKI Jakarta, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, serta sebagian besar wilayah Kalimantan dan Sulawesi.

BMKG juga mengeluarkan peringatan dini untuk wilayah dengan potensi hujan lebat hingga sangat lebat, yakni Jawa Barat, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, dan Papua Pegunungan. Selain itu, angin kencang berpotensi terjadi di Papua Barat Daya.

BMKG Imbau Waspada Cuaca Ekstrem

Masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang dapat memicu bencana hidrometeorologi. Hujan lebat yang disertai kilat dan angin kencang dapat mengganggu aktivitas, termasuk perjalanan darat, laut, dan udara.

Pengendara disarankan lebih berhati-hati, terutama saat melintasi wilayah rawan genangan atau pohon tumbang. Selain itu, masyarakat diminta menghindari berteduh di bawah pohon atau bangunan yang berisiko roboh saat terjadi hujan lebat.

BMKG juga mengingatkan pentingnya memantau informasi cuaca secara berkala melalui kanal resmi. Dengan langkah antisipasi yang tepat, dampak dari potensi cuaca ekstrem dapat diminimalkan.




(wia/idn)

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Gagal Menang Telak, Persib Tetap Kokoh di Puncak Klasemen
• 21 jam lalumetrotvnews.com
thumb
DPR Diminta Evaluasi UU Bappebti untuk Lindungi Masyarakat
• 9 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Beda Pandangan AS & Iran Soal Pengembangan Nuklir dan Selat Hormuz Buat Negosiasi Buntu
• 23 jam lalukompas.tv
thumb
Kualitas Udara Jakarta Memburuk, Warga Diminta Gunakan Masker
• 10 jam lalutvrinews.com
thumb
Di Balik Seragam Oranye: Ketika PPSU Memilih Jujur di Tengah Godaan Manipulasi Akal Imitasi
• 13 jam laluliputan6.com
Berhasil disimpan.