AS Umumkan Blokade terhadap Iran, Harga Minyak Dunia Tembus $103 per Barel

wartaekonomi.co.id
1 jam lalu
Cover Berita
Warta Ekonomi, Jakarta -

Kenaikan tajam harga minyak mentah dunia kembali terjadi menyusul pengumuman Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengenai blokade angkatan laut terhadap Iran.

Ancaman ini sekaligus memicu gejolak baru di pasar keuangan, yang ditandai dengan rontoknya bursa saham Asia.

Al Jazeera melaporkan minyak mentah Brent, yang menjadi patokan harga internasional, meroket lebih dari 8 persen pada hari Minggu hingga melampaui USD 103 per barel.

Ini merupakan kali pertama harga patokan tersebut menembus kembali ambang batas psikologis USD 100 sejak Selasa pekan lalu, saat harganya sempat menyentuh USD 111 per barel.

Pengumuman blokade oleh Trump pada hari Minggu terjadi setelah perundingan gencatan senjata antara pejabat AS dan Iran menemui jalan buntu pada akhir pekan. Awalnya, Trump menyatakan bahwa Angkatan Laut AS akan memblokir semua kapal yang keluar-masuk Selat Hormuz.

Namun, Komando Pusat AS (US Central Command) kemudian merilis pernyataan lanjutan yang meralat ancaman tersebut. Mereka mengklarifikasi bahwa pemblokiran hanya berlaku bagi kapal-kapal yang berlayar menuju atau dari Iran, sementara lalu lintas laut lainnya tidak akan dihalangi.

Harga minyak dunia terus mengalami lonjakan ekstrem sejak serangan AS-Israel ke Iran memicu Teheran untuk menerapkan blokade di Selat Hormuz, jalur yang mendistribusikan sekitar seperlima pasokan minyak dan gas alam global. 

Setelah sempat menembus angka USD 119 bulan lalu, harga Brent sempat turun di bawah USD 92 per barel pekan lalu saat AS dan Iran menyepakati gencatan senjata dua minggu, menghentikan sementara perang yang telah berlangsung selama lebih dari enam pekan.

Lalu lintas pelayaran di kawasan Hormuz menyusut drastis dan berdasarkan data firma intelijen maritim Windward, hanya 17 kapal yang melintasi selat tersebut pada hari Sabtu pekan lalu. Angka ini anjlok tajam dibandingkan masa sebelum perang, yang biasanya mencatat sekitar 130 pelayaran per hari.

Ancaman blokade ini serta-merta meningkatkan ketidakpastian di lantai bursa. Pasar saham utama di Asia kompak dibuka melemah pada awal pekan ini:

Jepang: Indeks acuan Nikkei 225 turun 0,9 persen pada perdagangan pagi.

Korea Selatan: Indeks KOSPI merosot lebih dari 1 persen.

Amerika Serikat: US stock futures yang diperdagangkan di luar jam pasar reguler, turut terkoreksi. Indeks yang terikat dengan patokan S&P 500 turun sekitar 0,8 persen.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Menyikapi “Dosa Proyeksi” Bank Dunia
• 11 jam lalukatadata.co.id
thumb
Rayakan Ulang Tahun ke-50, Darya-Varia Gelar Cek Kesehatan Gratis
• 2 jam lalukumparan.com
thumb
Kakorlantas Kenang Bripka Anumerta Fajar Permana, Pahlawan Operasi Ketupat 2026
• 7 jam laludetik.com
thumb
Menteri LH Tegaskan Komitmen Daerah Kelola Sampah, PSEL Jambi Raya Didorong Lebih Cepat Rampung
• 2 jam laluliputan6.com
thumb
Bos PLN Lapor ke DPR Stok Batu Bara Aman, Tembus 15,9 Hari
• 2 jam laluwartaekonomi.co.id
Berhasil disimpan.