DPR Dukung PP TUNAS, Nurul Arifin: Indonesia Paling Tegas Hadapi Ancaman Media Sosial Anak

viva.co.id
3 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA – Anggota Komisi I DPR RI, Nurul Arifin, mendukung penuh terhadap penerapan Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 atau PP TUNAS yang mengatur perlindungan anak di ruang digital, sejak 28 Maret. 

Ia menilai kebijakan pemerintah tersebut merupakan langkah strategis di tengah tren global pembatasan media sosial bagi anak.

Baca Juga :
Roblox Minta Orang Tua Awasi Anak 24 Jam Saat Bermain Game, Keamanan Jadi Sorotan Serius
Air Jernih Tak Selalu Sehat! Fakta Tersembunyi yang Ancam Tumbuh Kembang Anak

Nurul menegaskan, Indonesia tidak berjalan sendiri. Ia merujuk pada sedikitnya 19 negara yang telah menerapkan, sedang membahas, atau akan memberlakukan pembatasan serupa terhadap akses media sosial bagi anak dan remaja.

“Kalau kita lihat, ini bukan kebijakan yang berdiri sendiri. Dunia sedang bergerak ke arah yang sama. Indonesia justru termasuk yang paling tegas dalam implementasinya,” kata Nurul kepada wartawan, Senin, 13 April 2026.

Pemerintah sebelumnya menegaskan tidak ada kompromi terhadap kepatuhan platform digital terhadap PP TUNAS. Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, bahkan memberikan apresiasi kepada platform seperti X dan Bigo Live yang telah melakukan penyesuaian kebijakan, termasuk menaikkan batas usia minimum pengguna dan memperkuat sistem moderasi.

Nurul menilai sikap tegas tersebut penting untuk menciptakan efek domino terhadap platform lain agar segera menyesuaikan diri. 

“Kalau tidak ada ketegasan, platform akan cenderung lambat atau bahkan abai. Dengan posisi pemerintah yang jelas, semua pelaku industri digital dipaksa untuk patuh,” ujarnya.

Ia juga menyoroti bahwa Indonesia kini berada dalam barisan negara yang mengambil pendekatan lebih progresif dibanding sekadar regulasi ringan berbasis imbauan. Negara seperti Australia dan France telah lebih dulu mengarah pada pembatasan ketat, sementara banyak negara lain masih berada pada tahap konsultasi atau perumusan kebijakan.

Nurul menilai Indonesia melangkah lebih cepat dengan langsung masuk ke tahap implementasi dan pengawasan aktif terhadap platform.

Ia menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, orang tua, dan penyedia platform agar kebijakan ini tidak hanya efektif secara regulasi, tetapi juga berdampak nyata di lapangan.

“Perlindungan anak di ruang digital tidak bisa hanya diserahkan ke satu pihak. Tapi negara harus memimpin, dan PP TUNAS adalah fondasi awal yang kuat,” katanya.

Baca Juga :
Sikat Pungli Sektor Transportasi, Menhub Dudy Ajak Masyarakat Lapor via Medsos
Ngeri! Bocah 8 Tahun di Cirebon Diculik Pakai Modus Es Krim, Disekap 2 Hari Lalu Dicabuli
Geger! Oknum Polisi Pacitan Diduga Aniaya Anak 13 Tahun, Kasus Dilaporkan ke Polda Jatim

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Detik-Detik Prabowo Tiba di Rusia, Siap Bertemu Presiden Putin
• 5 jam lalukompas.tv
thumb
Terdakwa Perintangan Penyidikan 3 Korupsi Serahkan Kontra Memori Kasasi
• 2 jam laludetik.com
thumb
AS Kunci Iran dari Segala Arah! Selat Hormuz Ditutup, Tiongkok Terancam Hingga Dunia Panik
• 6 jam laluerabaru.net
thumb
Startup Konsultasi Pajak asal Bali Jadi Best of The Best NextDev ke-11
• 8 jam lalukumparan.com
thumb
Mengunjungi festival bunga tulip di Istanbul, Turki
• 14 jam laluantaranews.com
Berhasil disimpan.