jpnn.com, JAKARTA - Isu kebebasan sipil dan kualitas demokrasi di Indonesia kembali menjadi perhatian dalam diskusi publik bertajuk “Memastikan Kebebasan Sipil di Indonesia” yang digelar pada Senin (13/4).
Kegiatan ini menghadirkan jurnalis senior Asri Hadi, aktivis perempuan sekaligus anggota DPRD DKI Sophie Simanjuntak serta Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Pascasarjana Nusantara (HMPN), Astra Tandang.
BACA JUGA: Bersama Bawaslu Mengukuhkan Demokrasi
Diskusi yang berlangsung di Balaipustaka, Jakarta Timur tersebut menyoroti dua peristiwa yang dinilai krusial dalam perkembangan demokrasi belakangan ini, yakni kasus penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS serta pernyataan kontroversial dari pengamat politik Saiful Mujani.
Dalam forum tersebut, Asri Hadi mengingatkan untuk tidak hanya mengusut pelaku lapangan penyiraman air keras terhadap Wakil Kordinator KontraS, Andrie Yunus.
BACA JUGA: Praktik Pilih Ketum Partai Tanpa Meritokrasi Dianggap Bisa Merusak Demokrasi
Dia menekankan pentingnya pengungkapan aktor intelektual dibalik serangan tersebut sehingga tidak mencoreng institusi TNI secara keseluruhan.
Sementara itu, Astra Tandang menegaskan agar terus mengawal pemerintahan Prabowo-Gibran.
BACA JUGA: Hasto Kristiyanto Jaga Stamina Demokrasi dengan Lari Pagi di Makati
Merespons pernyataan pengamat politik Syaiful Mujani, Astea menegaskan pemerintahan Prabowo baru berjalan sekitar satu setengah tahun dan tengah berupaya menjalankan berbagai program peningkatan kesejahteraan rakyat di tengah tantangan geopolitik dan fiskal.
Dia meyakini bahwa masyarakat tidak akan terprovokasi untuk melakukan tindakan ekstrem terhadap pemerintahan yang sah.
Dia menekankan pentingnya semua pihak kembali pada prinsip demokrasi dan menghormati pilihan rakyat.
Di sisi lain, Astra juga melihat pernyataan Syaiful Mujani sebagai bagian dari kebebasan berpendapat sekaligus keprihatianan atas ketiadaan suara-suara partai yang kritis.
"Hal ini bisa juga dilihat sebagai refleksi kekecewaan terhadap partai politik yang dinilai belum optimal menghadirkan oposisi yang kuat di suasana politik kita hari ini," ungkap Astra.
Sementara itu, Josephine Simanjuntak menegaskan agar ruang kebebasan sipil harus terus dibuka selebar-lebarnya dan kasus kekerasan terhadap aktivis kemanusiaan dan HAM tidak boleh terulangi lagi.
Namun, dia juga mengingatkan agar kebebas yang ada jangan sampai menganggu kepentingan umum dengan memunculkan narasi-narasi yang provokatif.(fri/jpnn)
Redaktur & Reporter : Friederich Batari




