Bisnis.com, JAKARTA — Penggunaan kendaraan listrik (electric vehicle/EV) yang kian meningkat di Indonesia membuat pemilik kendaraan perlu memahami strategi perawatan yang tepat, terutama dalam memilih dan mengganti ban agar lebih awet.
Pasalnya, ban merupakan salah satu komponen yang paling cepat mengalami keausan, terutama pada mobil listrik yang memiliki bobot lebih berat akibat baterai serta karakter torsi instan yang tinggi.
Sebagian kendaraan listrik memang sudah dilengkapi ban bawaan atau original equipment (OE) yang kompatibel. Namun, tidak seluruhnya dirancang secara spesifik untuk kebutuhan jangka panjang kendaraan listrik.
Dalam praktiknya, masih banyak pengguna mengganti ban dengan tipe konvensional (ICE) karena pertimbangan harga. Namun, langkah ini justru berpotensi membuat ban lebih cepat aus dan meningkatkan frekuensi penggantian.
National Sales Manager Passenger Car Radial PT Hankook Tire Sales Indonesia (HTSI) Apriyanto Yuwono mengatakan, ban yang dirancang khusus untuk mobil listrik (EV-specialized) telah dikembangkan sesuai dengan karakteristik kendaraannya.
Menurutnya, struktur ban ini umumnya lebih kuat dan mampu menahan torsi instan dari akselerasi kendaraan listrik sehingga umur pakainya lebih panjang sesuai standar yang ditetapkan.
Baca Juga
- Proyeksi Penjualan Mobil Listrik kala Harga Minyak Panas Membara
- Ini 10 Mobil Listrik Paling Diburu di Indonesia Februari 2026
- Penjualan Mobil Listrik Tersengat Konflik Timur Tengah, Bagaimana Nasib LCGC?
"Selain itu, penggunaan ban khusus mobil listrik dapat memberikan jarak tempuh yang lebih maksimal dan meminimalisir frekuensi penggantian ban,” ujar Apriyanto, dikutip Minggu (12/4/2026).
Perlu diketahui, penggunaan ban yang tidak sesuai dapat meningkatkan rolling resistance, yang tidak hanya menguras daya baterai tetapi juga mempercepat keausan permukaan ban akibat distribusi beban yang tidak optimal.
Oleh sebab itu, pemilik kendaraan listrik disarankan menggunakan ban khusus atau EV-specialized tire yang dirancang untuk menahan beban lebih besar dan torsi instan sehingga usia pakainya lebih panjang.
Selain daya tahan, ban khusus kendaraan listrik juga dirancang untuk menjaga kenyamanan berkendara melalui teknologi peredam suara, mengingat minimnya suara mesin pada EV membuat kebisingan dari ban lebih terasa.
Jika menggunakan ban yang tidak sesuai, tingkat kebisingan dapat meningkat dan mengurangi kenyamanan. Oleh karena itu, beberapa produk ban EV telah dilengkapi teknologi busa peredam untuk menjaga kabin tetap senyap.
Dari sisi teknologi, ban EV umumnya mengusung fitur untuk meningkatkan ketahanan, seperti distribusi tekanan yang lebih merata, cengkeraman optimal, serta efisiensi energi melalui hambatan gulir yang lebih rendah.
Selain pemilihan produk, kebiasaan berkendara juga berperan penting dalam menjaga keawetan ban. Hindari akselerasi mendadak, menjaga tekanan angin tetap ideal, serta melakukan rotasi ban secara berkala dapat memperpanjang usia pakai secara signifikan.
Dengan kombinasi pemilihan ban yang tepat dan perawatan yang disiplin, pemilik kendaraan listrik dapat menekan biaya operasional sekaligus memastikan ban lebih awet dan performa kendaraan tetap optimal dalam jangka panjang.





