Jakarta: Ketua Komisi XII DPR RI Bambang Patijaya menilai pasar bakal merespons gejolak harga minyak dunia yang diakibatkan konflik antara Amerika Serikat-Israel dengan Iran. Salah satunya yaitu mempercepat transisi energi dari bahan bakar minyak (BBM) ke listrik.
Hal itu disampaikan Bambang dalam Anugerah KWP Award 2026. Bambang menerima penghargaan sebagai 'Pimpinan Fokus Transisi Energi dan Kemandirian Energi'.
"Dan ingat bahwa kalau harga (minyak mentah) naik terus, ini akan semakin mempercepat yang namanya transisi energi, yaitu melonjaknya electric vehicle," kata Bambang melalui keterangan tertulis, Kamis, 16 April 2026.
Politikus Partai Golkar itu menilai, gejolak harga minyak dunia bakal berpengaruh terhadap pasar kendaraan konvensional. Dia meyakini bakal ada peralihan ke kendaraan listrik.
"Sehingga barang ini tidak make sense berlama-lama harga akan tinggi karena akan ada substitusi," ungkap Bambang.
Baca Juga :
Ekonom: Perang Teluk Dorong Perluasan Insentif Elektrifikasi Energi di Indonesia"Yang pertama, saya ingin mengucapkan terima kasih atas perhatian dari kawan-kawan wartawan. Karena terkait dengan ini, kami ini kan orang yang dinilai oleh para wartawan," sebut Bambang.
Bambang menilai peran media sangat penting dalam membangun komunikasi antara Legislatif dengan masyarakat. Menurut dia, kemitraan yang baik antara parlemen dan media akan membantu dalam penyampaian informasi yang akurat dan berimbang.
Ketua Komisi XII DPR RI Bambang Patijaya (tengah). Foto: Istimewa.
"Kami senang bisa bermitra dengan kawan-kawan media parlemen, sehingga dengan demikian mudah-mudahan dapat lebih meningkatkan kerja sama dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat secara berimbang, benar, tepat, dan bermutu," ungkap Bambang.
Bambang berharap sinergi antara DPR dan insan pers terus terjaga guna mendukung transparansi serta meningkatkan kepercayaan publik terhadap Legislatif, khususnya dalam isu-isu strategis seperti transisi dan ketahanan energi nasional.
KWP Award 2026 tidak hanya menjadi ajang seremoni, tetapi juga simbol pengawasan sekaligus apresiasi dari jurnalis parlemen terhadap kinerja wakil rakyat. Melalui penghargaan ini, para legislator diharapkan semakin terdorong untuk terus menghadirkan kebijakan yang berpihak kepada masyarakat dan mendukung terwujudnya Indonesia Emas.




