Jakarta (ANTARA) - Pelatih Semen Padang Imran Nahumarury menyoroti efektivitas timnya dalam memanfaatkan peluang saat menelan kekalahan 1-2 dari tuan rumah Persis Solo di Stadion Manahan, Solo, Minggu.
Dalam laga pekan ke-27 BRI Super League 2025/2026 ini, Kabau Sirah mendapatkan banyak peluang, namun tak mampu mencetak lebih dari satu gol.
“Secara permainan, sudah sesuai dengan game plan yang disiapkan dalam latihan. Penguasaan bola dan peluang yang dikreasikan cukup banyak. Tapi sepak bola bukan hanya soal possession namun juga tentang efektivitas, dan itu yang menjadi kendala kami di laga ini,” kata Imran, dikutip dari laman resmi I.League, Senin.
Kekalahan ini tentunya menjadi hasil negatif untuk Semen Padang, yang sedang berjuang menghindari zona degradasi. Ini merupakan kekalahan kedua untuk Kabau Sirah secara beruntun, setelah sebelumnya dipermalukan Persib Bandung 0-2.
Baca juga: Persis Solo keluar dari zona degradasi setelah tekuk Semen Padang 2-1
Menurut Imran, kekalahan ini menjadi catatan penting, terutama terkait konsentrasi dan kemampuan memaksimalkan peluang yang diciptakan. Dia mencontohkan sang lawan, Persis Solo yang di laga kali ini tampil lebih efektif meski sebenarnya tidak menciptakan banyak peluang.
“Persis tidak banyak peluang namun bisa memaksimalkannya menjadi gol. Itu yang jadi pembeda. Ini menjadi evaluasi bagi kami,” kata mantan pelatih Malut United tersebut.
Faktor cuaca yakni hujan deras yang mengguyur Kawasan venue pertandingan juga disebutnya turut mempengaruhi permainan. “Awalnya permainan kami cukup cair. Namun setelah hujan turun, mulai terkendala. Namun itu bukan alasan karena mestinya dalam kondisi apapun, kami harus tetap fokus,” ucapnya lagi.
Kekalahan ini membuat Semen Padang tak beranjak dari jurang degradasi, masih ada di peringkat ke-17 dengan koleksi 20 poin. Semen Padang berjarak tiga poin dari Madura United FC yang ada di peringkat ke-16 dengan koleksi 23 poin dan empat poin di bawah Persis di zona aman peringkat ke-15.
Pada laga berikutnya, Semen Padang kembali menjalani laga melawan tim yang sesama berjuang bertahan di kasta tertinggi, yaitu Persijap Jepara pada pada Senin (20/4).
Baca juga: Kemenangan atas Semen Padang sangat berarti untuk Persis, kata Milo
Dalam laga pekan ke-27 BRI Super League 2025/2026 ini, Kabau Sirah mendapatkan banyak peluang, namun tak mampu mencetak lebih dari satu gol.
“Secara permainan, sudah sesuai dengan game plan yang disiapkan dalam latihan. Penguasaan bola dan peluang yang dikreasikan cukup banyak. Tapi sepak bola bukan hanya soal possession namun juga tentang efektivitas, dan itu yang menjadi kendala kami di laga ini,” kata Imran, dikutip dari laman resmi I.League, Senin.
Kekalahan ini tentunya menjadi hasil negatif untuk Semen Padang, yang sedang berjuang menghindari zona degradasi. Ini merupakan kekalahan kedua untuk Kabau Sirah secara beruntun, setelah sebelumnya dipermalukan Persib Bandung 0-2.
Baca juga: Persis Solo keluar dari zona degradasi setelah tekuk Semen Padang 2-1
Menurut Imran, kekalahan ini menjadi catatan penting, terutama terkait konsentrasi dan kemampuan memaksimalkan peluang yang diciptakan. Dia mencontohkan sang lawan, Persis Solo yang di laga kali ini tampil lebih efektif meski sebenarnya tidak menciptakan banyak peluang.
“Persis tidak banyak peluang namun bisa memaksimalkannya menjadi gol. Itu yang jadi pembeda. Ini menjadi evaluasi bagi kami,” kata mantan pelatih Malut United tersebut.
Faktor cuaca yakni hujan deras yang mengguyur Kawasan venue pertandingan juga disebutnya turut mempengaruhi permainan. “Awalnya permainan kami cukup cair. Namun setelah hujan turun, mulai terkendala. Namun itu bukan alasan karena mestinya dalam kondisi apapun, kami harus tetap fokus,” ucapnya lagi.
Kekalahan ini membuat Semen Padang tak beranjak dari jurang degradasi, masih ada di peringkat ke-17 dengan koleksi 20 poin. Semen Padang berjarak tiga poin dari Madura United FC yang ada di peringkat ke-16 dengan koleksi 23 poin dan empat poin di bawah Persis di zona aman peringkat ke-15.
Pada laga berikutnya, Semen Padang kembali menjalani laga melawan tim yang sesama berjuang bertahan di kasta tertinggi, yaitu Persijap Jepara pada pada Senin (20/4).
Baca juga: Kemenangan atas Semen Padang sangat berarti untuk Persis, kata Milo





