JAKARTA, KOMPAS.com - Stigma tentang 'anak nakal dan tak mau diam' seringkali melekat pada anak-anak dengan gangguan perkembangan saraf Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD).
Pandangan buruk itu muncul karena salah satu gejala ADHD adalah anak menjadi super aktif, sulit tenang, dan tidak fokus.
Kondisi itu lah membuat orang yang tak paham soal gangguan ini, kerap menilai buruk anak dengan ADHD.
Di tengah stigma negatif tersebut, banyak anak ADHD yang memiliki kemampuan akademik di atas rata-rata, salah satunya Azzikra Benzema Ibnusina (10).
Anak laki-laki yang akrab disapa Jema itu sudah mulai dicurigai mengidap gejala ADHD ketika usianya satu tahun lebih karena tak mau diam dan mengalami speech delay.
Sejak itu, orangtua Jema bernama Debby Rosaliana Febriani (40), mencari berbagai cara agar anaknya tersebut mendapat penanganan yang tepat.
Ia tak pernah lelah membawa Jema ke dokter atau psikolog untuk menjalani pemeriksaan dan terapi.
Selain itu, Debby juga selalu berusaha agar putra semata wayangnya tersebut mendapatkan pendidikan terbaik secara inklusif.
Baca juga: Dianggap Malas dan Nakal, Anak dengan ADHD Ini Berjuang Bertahan di Sekolah
Kemampuan bahasa Inggris munculMeski sempat sedih karena buah hatinya didiagnosis ADHD, warga Jakarta Selatan itu merasa bangga karena banyak kemampuan Jema yang tak terduga mulai terlihat.
Salah satunya fasih dalam berbahasa Inggris.
Debby baru tahu putranya bisa berbahasa Inggris ketika tengah menjalani terapi bersama psikolog.
"Itu terjadi saat dia mulai terapi. Saat itu pintunya harus ditutup dan saya tidak boleh masuk. Dia menggedor-gedor pintu sambil berteriak, 'open the door! Mommy, help me! Daddy help me!' dalam bahasa Inggris. Dia juga bilang 'no shoes' saat diminta memakai sepatu," ujar Debby ketika diwawancarai Kompas.com di kediamannya di Manggarai, Jakarta Selatan, Minggu (12/4/2026).
Ketika itu, guru yang mendampingi Jema kebingungan karena anak tersebut bisa lancar berbahasa Inggris.
Akhirnya, guru itu memutuskan agar setiap kegiatan belajar mengajar dengan Jema sepenuhnya menggunakan bahasa Inggris.
Debby mengaku, sama sekali tidak pernah mengajarkan Jema berbahasa Inggris, karena ia juga tak menguasainya.
"Tidak pernah diajarin sama sekali, kayak pemberian dari Tuhan saja," sambung dia.
Kini, dalam kesehariannya Jema selalu menggunakan bahasa Inggris baik di rumah, sekolah, atau ketika bermain di luar.
Bahkan, anak laki-laki itu lebih menguasai bahasa Inggris, dibandingkan bahasa Indonesia yang sering ia dengar sehari-hari.
Baca juga: Dianggap Malas dan Nakal, Anak dengan ADHD Ini Berjuang Bertahan di Sekolah
Bisa baca sejak 4 tahunSelain lancar berbahasa Inggris, Debby juga baru sadar putranya sudah bisa membaca sejak usia dini, ketika sudah mulai bersekolah TK.
"Pas dia sudah umur sekolah, kami baru sadar kalau ternyata dia sudah bisa baca," ucap dia.





