VIVA – Menteri Luar Negeri Turki Hakan Fidan mengatakan pada hari Senin, bahwa Israel "tidak dapat hidup tanpa musuh" dan pemerintah Israel saat ini mencoba untuk menggambarkan Turki sebagai musuh.
Ketegangan antara Turki dan Israel terus meningkat sejak perang Gaza meletus pada Oktober 2023.
Perselisihan memasuki fase baru pada akhir pekan setelah Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan memperingatkan Presiden AS Donald Trump tentang "kemungkinan provokasi dan sabotase" yang dapat membahayakan kesepakatan gencatan senjata awal dalam perang AS-Israel melawan Iran.
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu bersumpah pada hari Sabtu bahwa Israel akan terus menghadapi Teheran dan sekutu regionalnya.
"Setelah Iran, Israel tidak dapat hidup tanpa musuh," kata Fidan dalam wawancara televisi dengan kantor berita Anadolu.
"Kita melihat bahwa tidak hanya pemerintahan Netanyahu tetapi juga beberapa tokoh oposisi - meskipun tidak semua - berusaha untuk menyatakan Turki sebagai musuh baru," katanya.
"Ini adalah perkembangan baru di Israel... berubah menjadi strategi negara," tambahnya.
Turki dan Israel sering berselisih di masa lalu, termasuk mengenai kampanye genosida Israel di Gaza dan mengenai masa depan Suriah.
Serangan tahun 2010 oleh pasukan Israel terhadap armada kapal sipil yang mencoba menerobos blokade angkatan laut Israel di Gaza menyebabkan permusuhan yang berkepanjangan antara kedua kekuatan regional tersebut.
Serangan terhadap armada tersebut, yang diorganisir bersama oleh sebuah kelompok hak asasi manusia Turki, mengakibatkan kematian sembilan aktivis Turki dan seorang aktivis AS. (The New Arab)





