Iran Tolak Keinginan AS untuk Ikut Kontrol Selat Hormuz

republika.co.id
23 jam lalu
Cover Berita

REPUBLIKA.CO.ID, TEHERAN -- Wakil Ketua Parlemen Iran, Ali Nikzad, mengatakan, Amerika Serikat (AS) berkeinginan untuk ikut berperan dalam mengatur pelayaran di Selat Hormuz. Hal itu disampaikan langsung oleh delegasi AS ketika berunding dengan perwakilan Iran di Islamabad, Pakistan, akhir pekan lalu. Namun Iran menolak tegas permintaan tersebut.

Iran meminta pengenaan biaya pada kapal yang melintasi Selat Hormuz. Menurut Ali, AS juga berkeinginan dan menjadi mitra dalam pengaturan tersebut.

Baca Juga
  • BBRMP Maluku Salurkan Benih Padi dan Kedelai ke Maluku Barat Daya
  • Manchester United Kalah 1-2 dari Leeds United di Old Trafford
  • Kemenkum Malut Perkuat Pelindungan Kekayaan Intelektual Budaya Tidore

"Washington bahkan sampai mengatakan: Mari kita tetapkan kerangka hukum untuk Selat Hormuz yang juga mencakup Amerika," kata Ali saat berbicara di stasiun televisi milik Pemerintah Iran, Senin (13/4/2026), dikutip Anadolu Agency.

Selain pengaturan Hormuz, Ali menerangkan, dalam perundingan di Islamabad juga dibahas soal program nuklir Iran. Menurut Ali, Iran menyatakan siap mengurangi 430 kilogram uranium yang diperkaya sebagai jaminan terkait program nuklirnya dan untuk menunjukkan niat baik.

.rec-desc {padding: 7px !important;}

Dalam perundingan dikemukakan pula rencana pembentukan koalisi untuk pengurangan uranium yang diperkaya dengan melibatkan AS dan Arab Saudi. Namun, kata Ali, Washington menarik diri dari proposal tersebut.

Negosiasi antara Iran dan AS di Pakistan diketahui berakhir tanpa kesepakatan. Media-media Iran menggambarkan kegagalan perundingan tersebut akibat permintaan atau tuntutan AS yang berlebihan.

"Mereka (AS) belajar selama perang 40 hari bahwa kemenangan tidak ditentukan oleh pidato di media sosial, tetapi oleh kehendak rakyat dan keunggulan di lapangan," ujar Ali.

 
 
 
Lihat postingan ini di Instagram
 
 
 

Sebuah kiriman dibagikan oleh Republika Online (@republikaonline)

 

Loading...
.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;} @font-face { font-family: "LPMQ"; src: url("https://static.republika.co.id/files/alquran/LPMQ-IsepMisbah.ttf") format("truetype"); font-weight: normal; font-style: normal } .arabic-text { font-family: "LPMQ"; font-weight: normal !important; direction: rtl; text-align: right; font-size: 2.5em !important; line-height: 49px !important; }
Advertisement

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Migrasi ke Kompor Listrik Dinilai Bisa Tekan Impor Elpiji
• 6 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Kebijakan WFA Terbukti Kurangi Kepadatan Mudik hingga 17,94 Persen
• 17 jam laluidxchannel.com
thumb
Pelatih Timnas Indonesia U-17 Anggap Malaysia Bukan Lawan Lemah meski Dibantai Vietnam 0-4: Pelatihnya Teman Saya
• 16 jam lalubola.com
thumb
Pramono Bakal Atur Naming Rights Halte untuk Parpol di Jakarta, Syaratnya Tak Ganggu Estetika
• 16 jam laluokezone.com
thumb
Viral Maling Ponsel Beraksi Saat Korban Tidur di Rumah Kontrakan Cipulir, Pelaku Diringkus
• 9 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.