Mencari Cerita dari Setiap Tekanan Tombol Rana

kompas.id
23 jam lalu
Cover Berita

Setiap orang memiliki cerita. Begitulah prinsip Kridho Hasnan Amaliah (27), seorang fotografer yang kini sedang sibuk membuat konten memotret orang-orang yang baru pertama ia temui. Orang-orang itu diarahkan untuk berpose bak supermodel. Dengan waktu singkat, dua sampai tiga pose terekam dalam bidikan kamera.

Kegiatan itu sudah dilakukan Kridho sejak setahun terakhir. Ia terinspirasi dari fotografer luar negeri yang membuat hal serupa. Namun, untuk memulai jalan ini, Kridho terlebih dulu meyakinkan dirinya sendiri, apakah dirinya siap untuk membuka diri kepada orang lain atau tidak.

”Aku introvert banget, Mas. Dulu tuh enggak selancar ini ngobrol dengan orang asing,” ujarnya, Senin (6/4/2026).

Arsip Pribadi, Tangkapan Layar Profil Instagram @kirdho.hasnanKridho Hasnan Amaliah dan profil Instagramnya.

Kepribadiannya itu membuat Kridho merasa tertantang untuk membuat proyek ini. Perlahan-lahan ia memberanikan diri untuk berbicara dengan orang asing lalu meminta izin untuk memotretnya. Seiring waktu, ia jadi lebih terbiasa dan berani untuk mengarahkan lawan bicaranya menjadi seorang model.

Jalan fotografi seperti ini lebih nyaman ia lakukan. Dibandingkan dengan memotret orang lalu pergi, Kridho lebih memilih untuk berbincang terlebih dahulu. Bukan hanya mengenai etika, melainkan ia merasa setiap orang memiliki keunikannya masing-masing. Dengan berbincang terlebih dahulu, ia bisa mendapatkan foto yang ia inginkan.

Baca JugaYang Privat dan Yang Publik: Persimpangan Wacana dalam Praktik Fotografi di Ruang Publik

Dalam fotografi saat ini, meminta izin dan tidak kepada subyek yang menjadi sasaran foto masih menjadi perdebatan, terlebih jika lingkupnya merupakan ruang publik seperti jalanan. Karena itu, Kridho lebih memilih jalan aman, ia meminta izin terlebih dahulu. Penolakan sudah menjadi teman sehari-hari.

”Awal-awal itu sempat down (saat ditolak). Tapi mau gimana lagi kita harus respek dengan privasi orang lain. Hak orang lain juga, kan, mau menolak atau menerima. Ya kita sabar aja and then kita move on,” tuturnya.

Kridho sadar bahwa tidak semua orang bisa luwes saat difoto. Namun, dengan pendekatan melalui berbincang, perlahan-lahan model yang akan difotonya bisa diarahkan sesuai keinginan Kridho. 

”Aku biasanya memosisikan sebagai dia (subyek foto) sebelum akan melakukan sesi foto. Bagaimana cara agar dia nyaman dan tidak terganggu,” ujar pria dengan akun Instagram @kridho.hasnan.

Hal serupa juga dilakukan Vierri Purnama (26), fotografer yang menekuni genre fotografi serupa. Konten fotografi yang ia buat di akun Instagram pribadinya ini bermula dari tantangan kepada dirinya sendiri agar bisa lebih terbuka dengan orang lain.

Arsip pribadi, Tangkapan Layar Instagram @vierripurnamaaVierri Purnama dan profil Instagramnya.

Ia tidak hanya melihat orang sebagai subyek foto, tetapi makhluk sosial yang memiliki cerita. Sebelum terjun menjadi kreator konten, Vierri belajar bagaimana cara untuk berbincang dengan orang lain dan membuat nyaman sebelum membidikkan kamera.

”Dulu selain berlatih komposisi dan teknis fotografi, saya berlatih dulu dengan ngobrol di pasar, kayak ke pedagang bahkan ke premannya. Itu langkah awal untuk memberanikan diri bikin konten seperti ini,” kata Vierri yang memiliki akun Instagram @vierripurnamaa.

Menghargai privasi menjadi dasar ia menekuni konten fotografinya ini. Beberapa kali ia pernah mengalami kejadian saat model yang ia foto tidak berkenan untuk diposting di akun Instagramnya. Menurut dia, hal itu adalah hak dari orang yang ia foto. Hak orang lain lebih penting dari sekedar konten yang ia buat.

Setelah sekitar satu tahun ia menekuni fotografinya itu, sudah ada ratusan konten yang ia buat. Berbagai cerita manusia yang ia foto terekam dalam video berdurasi sekitar satu menit. Dari konten hariannya itu, Vierri bermimpi untuk bisa merekam cerita-cerita masyarakat Indonesia dari beberapa daerah.

Menghadirkan cerita menarik dari setiap orang yang ditemui juga menjadi landasan Pradya Tirta Raharja (23) untuk menggeluti konten fotografi dengan memotret orang-orang yang baru ia temui. Ia tidak hanya mengasah fotografi sebagai keterampilan teknis, tetapi sebagai medium untuk lebih mengenal orang lain.

Arsip Pribadi, Tangkapan Layar profil Instagram @pradyatirtaPradya Tirta Raharja dan profil Instagramnya.

”Alasan saya bikin project ini untuk menguji saya keluar dari zona nyaman dari awalnya pemalu jadi lebih pede dengan keluar ketemu banyak orang lalu kenalan melalui perantara fotografi, sekaligus menunjukkan bagaimana cara saya dealing dari awal ketemu stranger lalu lanjut sesi foto sampai tukar sosial media. Tujuannya supaya saya terbiasa dan enggak kaku kalau nanti mendapat klien beneran,” tutur Pradya dengan akun Instagram @pradyatirta.

Fotografi hari ini memiliki berbagai macam wujud dan tujuan. Fotografi tidak hanya berhenti sebagai hobi dan pekerjaan. Lebih dari itu, salah satu wujud fotografi ialah menjadi medium untuk membawa seseorang keluar dari zona nyamannya agar dapat terbuka dengan orang lain. Dengan berbincang, foto menjadi lebih hidup dan menaruh cerita dari setiap gambar yang dihasilkan.

Baca JugaPolemik Etika dan Kapling Fotografer di Ruang Publik


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
4 Catatan Menarik Pekan ke-27 BRI Super League: Persija Pesta Gol di GBK, Persib Ukir Rekor Istimewa
• 11 jam lalubola.com
thumb
Prabowo: Rusia Berperan Positif Hadapi Kondisi Geopolitik
• 22 jam laludisway.id
thumb
Pengamat Sebut Polri Garda Terdepan Berantas Penyelundupan BBM Subsidi di Tengah Tekanan Global
• 19 jam lalupantau.com
thumb
Unggahan Kenangan Bareng Ahmad Assegaf, Tasya Farasya Belum Move On?
• 10 jam lalucumicumi.com
thumb
Kepercayaan Investor Terjaga, FTSE Russell Pertahankan Status Pasar Modal Indonesia
• 11 jam lalutvrinews.com
Berhasil disimpan.