Grid.ID - Kronologi penemuan mayat pria tanpa kepala di Yogyakarta gegerkan publik. Penemuan tersebut bermula dari warga yang sedang melakukan kegiatan kerja bakti.
Usut punya usut, peristiwa tersebut terjadi di Desa Balecatur yakni di Sungai Konteng, Gamping, Sleman pada Sabtu (11/4/2026) pagi.
Kronologi Penemuan Mayat Pria Tanpa Kepala di Yogyakarta
Dilansir dari Tribun-video.com, mulanya, warga desa sedang melakukan kerja bakti dengan membersihkan aliran Kali Konteng. Bukan tanpa alasan, aliran di lokasi itu memang saat itu sempat mampet.
Yang dikarenakan sungai mulai tertutupi oleh sampah dan ranting yang diakibatkan banjir sehari sebelumnya. Pembersihan kemudian dibantu dengan alat berat eskavator.
Ya, hal ini dilakukan agar material yang menyumbat sungai lebih mudah terangkat. Namun saat sampah-sampah mulai diangkat, warga dikejutkan dengan penampakan bagian tangan manusia di antara tumpukan.
Kejadian tersebut pun terjadi sekitar pukul 10.00 WIB. Dan benar saja, saat dipastikan sekali lagi tangan tersebut memang tangan manusia.
Mengetahui hal itu, warga yang syok langsung melaporkan penemuan jasad manusia itu ke pihak kepolisian. Setelah dilakukan pemeriksaan awal dimana korban diduga meninggal dunia lebih dari 8 jam sebelum ditemukan.
Kasihumas Polresta Sleman, Iptu Argo Anggoro mengatakan, petugas Polsek Gamping telah mendatangi lokasi kejadian dan melakukan pemeriksaan bersama Tim Inafis Polresta Sleman dan Petugas Medis dari Puskesmas Gamping.
"Tim medis menemukan pada diri korban ditemukan ciri ciri khusus ada bekas luka penyakit pada bagian atas mata kaki kanan.
Dan menyimpulkan korban meninggal lebih dari 8 jam yang lalu. Setelah dilakukan pemeriksaan mayat korban dibawa ke RSU PKU Muhammadiyah Gamping," beber Argo dikutip Grid.ID dari TribunJogja.com, Senin (13/4/2026).
Dan berita soal kronologi penemuan mayat pria tanpa kepala di Yogyakarta itu pun mulai mendapat titik terang usai muncul tiga orang yang datang dan meyakini kalau mayat tersebut adalah orang tuanya. Yakni dengan mengenali ciri ciri pakaian yang dikenakan, bentuk kaki korban, dan pada bagian atas mata kaki kanan ada luka penyakit kulit.
"Menurut keluarga, korban sudah mengalami pikun dan sudah seringkali hilang atau pergi dari rumah dan tidak bisa kembali pulang," imbuh Argo.
Pihak keluarga juga tidak menuntut secara hukum dan menerima kejadian dan keadaan korban.
"Akan tetapi dari petugas Polsek Godean menginformasikan kalau ada penemuan mayat laki-laki di Kali Konteng.
Setelah itu keluarga datang ke tempat kejadian dan meyakini bahwa mayat yang ditemukan tersebut adalah orang tua pelapor dengan melihat dari ciri ciri yang ada.
Pihak keluarga sudah menerima kejadian tersebut serta akan menerima keadaan korban apa adanya, dan tidak akan menuntut secara hukum," tandas Argo. (*)
Artikel Asli




