Persib Bandung Butuh Bantuan PSM Makassar Jegal Borneo FC, Ahmad Amiruddin Harus Cari Cara Matikan Mariano Peralta

harianfajar
23 jam lalu
Cover Berita

HARIAN FAJAR, MAKASSAR – Persaingan papan atas Super League musim 2025/2026 menyeret PSM Makassar ke dalam pusaran kepentingan tim lain. Persib Bandung, yang tengah berambisi mengokohkan posisi di puncak berharap bantuan Juku Eja untuk menjegal laju Borneo FC. Duel di Stadion BJ Habibie, Parepare, pada 18 April, menjadi pertaruhan ganda bagi PSM: menyelamatkan diri dari degradasi sekaligus menjadi “penentu” nasib tim papan atas.

Misi ini tentu tidak mudah. Asisten Pelatih PSM, Ahmad Amiruddin, kini harus memutar otak lebih keras. Fokus utamanya adalah memutus rantai serangan Borneo FC yang bertumpu pada striker haus gol, Mariano Peralta. Statistik Peralta musim ini tergolong mengerikan. Dengan koleksi 15 gol dan 10 assist, menjadikannya ancaman paling nyata bagi lini pertahanan PSM.

Menghadapi tim peringkat kedua klasemen, Ahmad Amiruddin dituntut menyiapkan strategi khusus. Ahmad mengakui bahwa fleksibilitas taktik adalah kunci, berkaca pada kemenangan kontra PSIM Yogyakarta sebelumnya yang lahir berkat perubahan rencana di tengah laga.

Pengamat sepak bola, Syamsuddin Umar, menekankan pentingnya kedetailan pelatih dalam menganalisis kekuatan lawan agar tidak sekadar mengandalkan keberuntungan.

“Memang harus ada persiapan, itulah kenapa ada sesi latihan. Di situ tim menganalisis kekuatan lawan dengan baik. Harus ada itu Plan A, Plan B, dan seterusnya. Kalau permainan buntu, harus bisa dilakukan perubahan di lapangan,” ujar Syamsuddin Umar.

Ia juga menambahkan bahwa dalam kondisi sulit, mentalitas tim harus dijaga. “Kalau tidak bisa menang, upayakan imbang. Tapi kalau kalah, jangan sampai kalah besar,” imbuhnya.

Zona Merah Masih Mengintai

Meski baru saja meraih kemenangan tandang, posisi PSM Makassar belum sepenuhnya aman. Pasukan Ramang hanya terpaut lima poin dari Madura United yang berada di dasar klasemen. Secara matematis, PSM masih membutuhkan setidaknya 17 poin lagi dari tujuh laga sisa untuk benar-benar lepas dari ancaman turun kasta.

Artinya, dalam tujuh pertandingan terakhir, PSM tidak boleh terpeleset. Enam di antaranya merupakan lawan kelas berat seperti Borneo FC, Bali United, Persik, Persib, Bhayangkara, hingga Arema FC.

Harapan Suporter

Kekhawatiran juga datang dari kelompok suporter. Sulyadi Abbas dari Komunitas VIP Utara (KVU) mengingatkan bahwa meremehkan lawan di sisa musim ini adalah kesalahan fatal.

“Semua pertandingan sisa ini berat. Ada Borneo, Persib, Bali, dan lainnya. Bahkan Madura United pun tidak boleh dipandang sebelah mata. Tim harus betul-betul siap, jangan sampai terpeleset,” tegas Sulyadi.

Kini, beban berat ada di pundak Ahmad Amiruddin dan seluruh jajaran pelatih PSM. Mampukah mereka meredam keganasan Mariano Peralta sekaligus memberikan “hadiah” bagi Persib Bandung dengan mencuri poin dari Borneo FC? Hasil di Parepare nanti akan menjadi jawaban bagi masa depan PSM di kasta tertinggi sepak bola Indonesia. (*)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Diterpa Konten Fitnah, Rossa Terganggu Secara Psikis
• 21 jam lalukumparan.com
thumb
Bina Marga DKI ganti tiang optik yang roboh di Tamansari
• 10 jam laluantaranews.com
thumb
Peron 6–8 Stasiun Bogor Ditutup Mulai Hari Ini, 31 Jadwal KRL Disesuaikan
• 1 jam lalukompas.com
thumb
Tiga Tanker Lewati Selat Hormuz pada Hari Pertama Blokade AS
• 14 jam lalukumparan.com
thumb
Pramono Bolehkan Parpol Beli Naming Rights Halte, Pengamat: Bisa Jadi Kampanye Terselubung
• 12 jam lalukompas.com
Berhasil disimpan.