TABLOIDBINTANG.COM - Penyanyi Rossa mengambil sikap tegas terhadap maraknya informasi palsu yang beredar di media sosial tentang dirinya. Melalui tim kuasa hukum, pelantun lagu Tegar itu melayangkan somasi kepada sejumlah akun yang diduga menyebarkan kabar tidak benar, termasuk isu operasi plastik yang disebut gagal.
Langkah ini diumumkan dalam konferensi pers yang digelar di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, pada Senin (13/4). Kuasa hukum manajemen Rossa, Natalia Rusli, menyatakan bahwa penyebaran kabar tersebut diduga dilakukan oleh pihak-pihak yang ingin meraih perhatian publik dengan cara yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.
“Saya selaku kuasa hukum manajemen Mbak Rossa menyatakan bahwa sangat menyesali kepada pihak-pihak yang dengan sengaja atau tidak sengaja, atau hanya ingin mendompleng popularitas semata, menaikkan popularitas orang tersebut, mendompleng berita-berita yang tidak bisa dipertanggungjawabkan oleh mereka. Saya yakin tidak bisa dipertanggungjawabkan berita-berita ini ya,” jelas Natalia.
Menurutnya, somasi telah dikirimkan kepada puluhan akun di berbagai platform seperti TikTok, Instagram, dan Threads. Langkah ini diambil setelah pihaknya menemukan bahwa akun-akun tersebut menyebarkan konten yang tidak valid.
“Dengan itu kami sudah melakukan somasi ke puluhan akun. Akun TikTok, Instagram, dan Threads, kepada puluhan akun-akun yang saya yakin tidak bisa mempertanggungjawabkan kebenarannya,” ujar Natalia.
Hasil penelusuran sementara menunjukkan bahwa sebagian akun tersebut merupakan akun anonim atau bodong. Meski demikian, tim hukum mengklaim memiliki teknologi untuk melacak identitas pemilik akun hingga ke perangkat yang digunakan.
“Kami mempunyai sistem atau kami mempunyai tim yang bisa mengidentifikasi sampai dengan IMEI handphone tersebut, dan bisa mengidentifikasi alamat pengguna IMEI tersebut, dan lokasi handphone tersebut digunakan,” kata Natalia.
Meski mengambil langkah hukum, Rossa disebut tidak ingin memperkeruh suasana. Oleh karena itu, pihaknya memberikan kesempatan kepada pemilik akun untuk menghapus konten bermasalah dalam waktu 1 x 24 jam sejak somasi dilayangkan.
“Rossa ini tidak mau membuat kegaduhan atau membuat mengintimidasi teman-teman pengguna media sosial yang tercinta. Kami memberikan waktu 1 x 24 jam agar men-take down berita-berita yang menyangkut harga diri, reputasi, nama baik Mbak Rossa,” ucap Natalia.
Apabila imbauan tersebut tidak diindahkan, pihak kuasa hukum menyatakan siap membawa kasus ini ke ranah hukum dengan mengacu pada ketentuan dalam Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE), khususnya terkait manipulasi konten digital.
Natalia menjelaskan bahwa bentuk manipulasi yang dimaksud mencakup penggunaan foto dan lagu milik Rossa yang dipadukan dengan narasi menyesatkan, sehingga terkesan sebagai informasi yang benar.
“Gambar Mbak Rossa diambil, dan dijahit lagi dengan seseorang berbicara. Dan musiknya Mbak Rossa digunakan. Ini udah saling jahit-menjahit ini, sehingga seolah-olah pemberitaan ini adalah benar adanya, seperti itu,” jelasnya.
Salah satu isu yang beredar luas adalah tudingan bahwa pelantun “Hey Ladies” tersebut mengalami kegagalan operasi plastik. Namun, pihak manajemen menegaskan kabar itu sepenuhnya tidak benar.
“Contohnya, Mbak Rossa melakukan operasi yang gagal misalnya seperti itu. Padahal Mbak Rossa tidak melakukan operasi,” tutur Natalia.




