Pemprov Jabar Luncurkan Aplikasi Imah Aing, Ajukan Bantuan Rutilahu Kini Lebih Praktis

matamata.com
22 jam lalu
Cover Berita

Matamata.com - Pemerintah Provinsi Jawa Barat resmi memperkenalkan aplikasi "Imah Aing" sebagai langkah strategis mempercepat penanganan Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu). Platform digital ini dirancang untuk memangkas birokrasi sehingga masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) dapat mengajukan bantuan secara lebih cepat dan transparan.

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menegaskan bahwa digitalisasi adalah kunci utama dalam memastikan bantuan tepat sasaran dan bebas dari hambatan administratif yang berbelit.

“Melalui aplikasi ini, masyarakat bisa langsung mengajukan usulan perumahan. Birokrasinya dibuat lebih mudah agar penanganan lebih cepat dan terprogram,” ujar Dedi di Bandung, Senin (13/4/2026).

Selain melalui aplikasi, Dedi menjelaskan bahwa penyaluran bantuan perumahan di Jawa Barat tetap didukung lewat jalur aspirasi DPR RI serta program Kredit Usaha Rakyat (KUR) perumahan dengan bunga rendah.

Ia juga mengapresiasi sinergi Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) yang aktif menyosialisasikan subsidi perumahan di wilayah Jabar.

Di sisi lain, Pemprov Jabar mulai menggeser orientasi pembangunan dari hunian horizontal ke hunian vertikal (apartemen). Langkah ini diambil sebagai solusi atas semakin terbatasnya lahan di Jawa Barat.

Dedi menginstruksikan pemerintah daerah untuk segera menyusun regulasi yang mewajibkan pengelola kawasan industri menyediakan hunian bagi para pekerja.

“Kita tidak bisa lagi hanya mengandalkan permukiman horizontal. Kawasan industri wajib menyediakan hunian vertikal bagi karyawannya untuk efisiensi lahan,” tegasnya.

Saat ini, pengembangan hunian vertikal telah dimulai di wilayah penyangga seperti Bekasi, Depok, dan Bogor, dan diproyeksikan akan segera merambah ke kawasan Bandung Raya. Kebijakan ini diharapkan tidak hanya menghemat lahan, tetapi juga efektif mengurangi kemacetan serta menjaga stabilitas sosial di sekitar pusat industri.

“Dengan sistem satu kompleks, efisiensi tercapai dan tatanan budaya lokal tetap terjaga,” pungkas Dedi. (Antara)

Baca Juga
  • Bulog Jamin Harga Beras Tetap Stabil meski Biji Plastik Langka


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Asyik Mancing di Sungai di Buru Selatan, Seorang Warga Diserang Buaya
• 14 jam lalukumparan.com
thumb
Rektor UI soal Dugaan Kekerasan Seksual di Kampusnya: Rektorat Akan Monitor Penanganan
• 5 jam lalukompas.tv
thumb
Harga Patokan Mineral Bayangi Bisnis Feronikel Antam, Penjualan Anjlok 46%
• 5 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Foto: Sempat Rusak, Kini Lift JPO Lenteng Agung Kembali Beroperasi
• 18 jam lalukumparan.com
thumb
Operasi Penumpasan Militan, Angkatan Udara Nigeria Salah Bombardir Pasar,  Dilaporkan Lebih dari 200 Orang Tewas
• 17 jam laluerabaru.net
Berhasil disimpan.