Kendari: Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra) menyebut aktivitas sesar aktif menyebabkan gempa bumi pada pukul 23.39 WITA, Senin, 13 April 2026. Gempa bumi tersebut bermagnitudo 2,3.
“Wilayah Kendari diguncang gempa bumi tektonik,” kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Balai Besar Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BBMKG) Wilayah IV Makassar Nasrol Adil, dilansir dari Antara, Selasa, 14 April 2026.
Nasrol menyampaikan episenter gempa bumi tersebut terletak pada koordinat 4,12 derajat Lintang Selatan (LS) dan 121,61 derajat Bujur Timur (BT). “Atau tepatnya berlokasi di darat pada jarak 20 kilometer tenggara Kendari, pada kedalaman lima kilometer,” ujarnya.
Baca Juga :
Sulawesi Tenggara Diguncang 25 Kali Gempa dalam SepekanDengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa tersebut tergolong sebagai gempa dangkal. Peristiwa ini dipicu oleh aktivitas Sesar Kendari segmen sentral.
Berdasarkan estimasi peta guncangan (shakemap) dan laporan masyarakat, gempa tersebut menimbulkan getaran yang dirasakan di Moramo, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel). Guncangan itu tercatat dengan skala intensitas II MMI.
“Atau getaran dirasakan nyata dalam rumah,” sebut Nasrol.
Ilustrasi - Alat pendeteksi gempa dan gelombang tsunami. ANTARA/HO-BMKG Kendari
Saat ini pihaknya belum menerima laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa bumi tersebut. “Hingga pukul 00.10, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya kejadian gempa bumi susulan,” ungkapnya.
Nasrol mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan memastikan informasi yang diterima berasal dari sumber resmi BMKG. Informasi tersebut dapat diakses melalui kanal komunikasi terverifikasi, seperti situs resmi, aplikasi Mobile Apps Info BMKG, atau media sosial @infoBMKG.
"Pastikan informasi resmi hanya bersumber dari BMKG yang disebarkan melalui kanal komunikasi resmi yang telah terverifikasi," ucapnya.




