JAKARTA, KOMPAS.com - Anggota Komisi VII DPR RI Yoyok Riyo Sudibyo meminta pemerintah segera mengambil tindakan untuk mengatasi lonjakan harga plastik, yang semakin menekan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
“Saat harga plastik di tingkat pasar naik hingga dua kali lipat, yang terdampak bukan hanya pedagang bahan kemasan, melainkan ribuan pelaku usaha mikro, industri rumahan, hingga sektor ekonomi kreatif yang menjadikan kemasan sebagai bagian tidak terpisahkan dari nilai jual produk mereka,” kata Yoyok dalam keterangan tertulisnya, Selasa (14/4/2026).
Politikus Partai Nasdem itu menegaskan, pemerintah tidak boleh diam dan menganggap kenaikan harga plastik sebagai persoalan biasa karena dampaknya akan meluas ke berbagai sektor.
Baca juga: BI Ungkap Konflik Iran Picu Efek Domino: dari Rupiah Melemah hingga Harga Plastik Naik
“Pemerintah jangan hanya diam saja, karena ini tanggung jawab Negara. Di sini, Pemerintah dituntut untuk menunjukkan kepiawaian dalam meredakan beratnya kondisi ekonomi akibat konflik global,” jelas Yoyok.
Menurut dia, kebijakan yang ada saat ini juga dinilai belum cukup untuk meredam tekanan ekonomi yang dirasakan masyarakat.
Oleh karena itu, Yoyok mendesak pemerintah segera mengambil langkah konkret agar beban ekonomi masyarakat tidak semakin berat.
“Bagi saya, Pemerintah tidak cukup hanya dengan menekan harga BBM agar tidak naik. Pemerintah harus cari solusi efektif menghadapi tekanan ekonomi saat ini yang dihadapi rakyat,” ucap Yoyok.
Baca juga: Harga Plastik Melambung, Pelaku UMKM Bagai Makan Buah Simalakama
“Pemerintah harus gerak cepat menyiasati kenaikan harga. Beban ekonomi ganda masyarakat harus mendapat solusi dari Pemerintah, di sinilah ujiannya,” imbuh dia.
Yoyok mengingatkan, hingga saat ini plastik masih menjadi bagian penting yang sulit dikesampingkan bagi pelaku UMKM.
Untuk itu, pelaku usaha akan dihadapkan pada pilihan sulit antara menaikkan harga produk atau menanggung kenaikan biaya produksi, jika tak ada intervensi dari pemerintah.
“Jangan sampai sektor UMKM yang menjadi roda penggerak ekonomi Negara harus terus tergerus, sementara Pemerintah justru lebih sibuk memajaki rakyatnya,” kata Yoyok.
Harga plastik naikSebagai informasi, harga plastik di Indonesia saat ini mengalami kenaikan signifikan, berkisar 30 persen hingga 100 persen di sejumlah daerah.
Harga eceran di pasar tercatat berada pada kisaran Rp 28.000 hingga Rp 49.000 per kilogram untuk jenis tertentu.
Kenaikan tersebut dipicu oleh terganggunya pasokan bahan baku seperti nafta akibat konflik di Timur Tengah.
Indonesia yang masih mengimpor sekitar 60 persen bahan baku plastik, terutama dari Timur Tengah, China, dan Korea Selatan, terdampak langsung oleh lonjakan harga minyak dunia serta tingginya biaya logistik.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang




