Pemprov DKI Jakarta Siapkan Rapat Khusus untuk Berantas Ikan Sapu-Sapu

kumparan.com
19 jam lalu
Cover Berita

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta akan menggelar rapat khusus untuk memberantas ikan sapu-sapu yang masif di perairan Ibu Kota.

"Dan dalam waktu dekat ini Pemerintah DKI Jakarta akan mengadakan rapat khusus mengenai ikan sapu-sapu," ujarnya Kantor Unit Pengelola Penyelidikan, Pengujian dan Pengukuran Bina Marga, Jakarta Timur, Selasa (14/4).

Ia menegaskan, rapat khusus tersebut akan dilakukan dalam waktu dekat dengan melibatkan para wali kota. Langkah ini diambil menyusul dampak ekologis yang semakin terasa akibat populasi ikan invasif tersebut.

"Karena saya akan minta seluruh wali kota, kalau di Pulau Seribu gak lah, semua wali kota untuk menangani ini karena memang dampaknya sudah terasa," lanjutnya.

Ia menyebut penanganan ikan sapu-sapu yang sebelumnya dilakukan di depan Plaza Indonesia dijadikan contoh atau role model untuk diterapkan di wilayah lain.

"Jadi penanganan ikan sapu-sapu yang dilakukan di depan Plaza Indonesia itu sebagai contoh role model penanganan nanti di tempat lain," ujar Pramono.

Pramono menjelaskan, ikan sapu-sapu merupakan spesies asal Amerika Selatan yang memiliki daya tahan tinggi dan bersifat invasif, sehingga mengancam keberadaan ikan lokal.

"Apalagi ini kan ikan yang berasal dari Amerika Selatan, mereka sangat kuat dan kemudian menjadi predator bagi ikan-ikan lokal, wader dan sebagainya," ucapnya.

Menurut dia, ikan tersebut juga merusak infrastruktur perairan seperti tanggul karena menjadikannya sebagai tempat hidup.

"Makanannya diambil semua dan mereka merusak apa tanggul-tanggul yang ada karena rumahnya itu di sana. Sehingga dengan demikian penanganan untuk apa ikan sapu-sapu ini kami akan tangani secara serius karena Jakarta mudah-mudahan bisa jadi role model untuk itu," tambahnya.

Upaya pembersihan ikan sapu-sapu sendiri belakangan menjadi perhatian karena jumlahnya yang semakin tidak terkendali di sejumlah titik perairan di Jakarta.

Sementara itu, peneliti Pusat Riset Limnologi dan Sumber Daya Air (PRLSDA) Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Triyanto, mengungkap ikan sapu-sapu merupakan spesies asing invasif yang mampu berkembang pesat dan beradaptasi di berbagai kondisi lingkungan.

Menurut Triyanto, kemampuan adaptasi ikan tersebut sangat luas, termasuk di perairan dengan kualitas rendah seperti sungai-sungai tercemar di Jakarta.

“Ikan sapu sapu memiliki adaptasi luas, tahan terhadap variasi lingkungan dengan kondisi yang kualitasnya rendah (oksigen rendah, dan perairan tercemar yang kaya bahan organik). Penyebarannya cepat dan efektif, serta memiliki dampak negatif (dampak ekologis, ekonomi dan sosial),” ujarnya saat dihubungi kumparan, Selasa (31/3).


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Truk Tangki Pertamina Terbalik di Tanjakan Munte, 16 Ribu Liter Solar Tumpah
• 14 jam lalutvrinews.com
thumb
Klasemen Terbaru Liga Inggris: MU Terjepit, Leeds Menjauh, Spurs Malah Masuk Zona Degradasi!
• 13 jam lalumedcom.id
thumb
Lawan Mafia Perbankan, Polri Diusulkan Jadi Orkestrator Penanganan Fraud
• 17 jam lalukumparan.com
thumb
BRIN ungkap tiga spesies baru Homalomena endemik Sumatera
• 17 jam laluantaranews.com
thumb
Kajati Jatim Dimutasi ke Kejagung, Baru Menjabat Lima Bulan
• 13 jam lalurealita.co
Berhasil disimpan.