Joki SPT Coretax: Solusi Wajib Pajak yang Kebingungan dan Ogah Ribet

kompas.com
19 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com — Maraknya penawaran jasa joki pelaporan Surat Pemberitahuan Tahunan (SPT) melalui sistem Coretax menjadi fenomena yang semakin terlihat di tengah masyarakat khususnya di media sosial.

Layanan yang menawarkan kemudahan dan kecepatan ini tumbuh seiring meningkatnya kebutuhan wajib pajak untuk menyelesaikan kewajiban administrasi secara digital.

Terutama ketika dihadapkan pada sistem yang belum sepenuhnya dipahami.

Dalam situasi tersebut, keberadaan joki tidak hanya dipandang sebagai jalan pintas, tetapi juga sebagai bentuk adaptasi masyarakat terhadap perubahan layanan publik yang berlangsung cepat.

Baca juga: Joki SPT Coretax Menjamur, Tersimpan Risiko Besar Kebocoran Data Pribadi

Pengamat kebijakan publik Trubus Rahadiansyah menilai kehadiran joki SPT tidak bisa dilepaskan dari kondisi masyarakat yang masih beradaptasi dengan sistem baru.

“Keberadaan joki SPT itu menolong masyarakat yang sebenarnya kebingungan dalam soal SPT terutama menggunakan Coretax," kata dia saat dihubungi, Senin (13/4/2026).

Menurut dia, banyak wajib pajak yang belum memiliki pemahaman memadai terkait penggunaan sistem digital.

Keberadaan pihak ketiga menjadi solusi yang dianggap paling realistis dalam kondisi tertentu.

Implementasi cepat tanpa adaptasi

Trubus menyoroti penerapan sistem Coretax yang dinilai berjalan terlalu cepat tanpa diiringi proses edukasi yang memadai kepada masyarakat.

Hal ini membuat banyak pengguna merasa kesulitan sejak awal penggunaan.

“Yang kedua memang pemerintah sendiri sebenarnya Ketika melakukan coretax itu harusnya masyarakat udah paham dulu, udah diedukasi dulu jadi enggak terburu-buru sekarang kan terburu-buru, akhirnya orang banyak enggak memahami SPT menggunakan coretax," ujar dia.

Tanpa sosialisasi yang cukup, kesalahan dalam pengisian menjadi hal yang umum terjadi.

Bahkan, menurut dia, masyarakat membutuhkan waktu adaptasi yang tidak singkat untuk memahami sistem secara menyeluruh.

“Paling enggak dua tahun lah. Jadi masyarakat bisa mengerti mengenai itu, mengisi itu banyak keliru-keliru ngekliknya, banyak yang keliru," kata dia.

Baca juga: Bukan Sekadar Praktis, Maraknya Joki SPT Coretax Ungkap Celah Serius dalam Sistem Pajak Digital

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }
Risiko ketergantungan pihak ketiga

Di balik kemudahan yang ditawarkan, Trubus mengingatkan adanya potensi ketergantungan masyarakat terhadap jasa joki jika kondisi ini terus berlangsung.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Survei Cyrus: Mayoritas Warga Puas Pelayanan Mudik Lebaran 2026
• 16 jam lalukumparan.com
thumb
Mengenal Asuransi Parametrik, Proteksi Besar dengan Jaminan Klaim Cepat
• 14 jam lalubisnis.com
thumb
Viral Ibu Linglung Dilepas Polsek Pasar Minggu, Propam Polda Metro Jaya Turun Tangan
• 6 jam laluliputan6.com
thumb
Satu Keluarga Jadi Pelaku Curanmor di Malang dan Hilangnya Kontrol Moral
• 18 jam lalukompas.id
thumb
Pengamat: Blanket Overflight yang Diminta AS Berisiko Diikuti Negara-negara Lain
• 9 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.