JAKARTA, KOMPAS.TV- Pakar Strategi PPAU Alumsi US Air War College Agung Sasongkojati sebut Blanket Overflight yang diminta Amerika Serikat kepada Indonesia berisiko diikuti oleh negara-negara lain.
Blanket Overflight adalah izin menyeluruh atau akses terbang lintas wilayah udara yang diberikan oleh suatu negara kepada pesawat negara lain (seringkali militer) untuk melintas tanpa perlu mengajukan izin per penerbangan secara satu per satu.
Demikian Agung Sasongkojati dalam dialog di Kompas Petang KompasTV, Selasa (14/4/2026).
“Kita juga harus mempertimbangkan karena ada beberapa pertimbangan kita, karena ada risiko-risiko yang kita hadapi kalau Amerika minta seperti itu, yang lain juga minta, ada masalah juga timbul, karena itu terlalu mudah,” ucap Agung.
Baca Juga: Sentuh Rp1,77 T, Prabowo Minta Kenaikan Harga Avtur untuk Operasional Haji Tak Dibebankan ke Jemaah
Oleh karena itu, Agung mendorong pemerintah untuk memperkuat sistem FCIS (Flight Clearance Information System) atau sistem informasi, koordinasi, dan pengawasan berbasis digital yang dikelola oleh Kementerian Luar Negeri RI.
“Bukan dengan memberikan Blanket Overflight seperti yang mereka tetapi juga tidak menyulitkan mereka untuk izinnya jadi berlarut-larut atau lama. Yang penting kita tahu dulu nih, apa yang dimaksud Blanket Overflight” ujar Agung.
Sebelumnya, Kementerian Pertahanan membantah telah memberi izin melintas bagi pesawat Amerika Serikat.
Kementerian Pertahanan Republik Indonesia menegaskan bahwa dokumen yang beredar saat ini merupakan rancangan awal yang masih dalam tahap pembahasan internal dan antarinstansi. Di samping itu, Kemhan juga menekankan bahwa dokumen tersebut bukan merupakan perjanjian final.
Baca Juga: Wamendikdasmen Minta Siswa SD Tak Takut Hadapi TKA: Tidak Menentukan Kelulusan
Penulis : Ninuk Cucu Suwanti Editor : Gading-Persada
Sumber : Kompas TV
- blanket overflight
- blanket overflight as
- as minta blanket overflight
- agung sasongkojati
- pengamat agung sasongkojati





