Bisnis.com, JAKARTA — PT Hyundai Motors Indonesia (HMID) mengambil langkah responsif dengan memperkuat koordinasi bersama kantor pusat di Korea Selatan guna menanggapi isu keselamatan pada model SUV premium mereka, Hyundai Palisade.
Langkah ini diambil sebagai respons cepat manajemen menyusul laporan kecelakaan fatal di Amerika Serikat (AS) yang berujung pada penarikan kembali (recall) puluhan ribu unit kendaraan tersebut di pasar Amerika Utara dan Korea Selatan.
Chief Operating Officer Hyundai Motors Indonesia, Fransiscus Soerjopranoto menyampaikan pihaknya terus melakukan pemantauan secara aktif terhadap perkembangan isu ini.
Koordinasi dengan pihak prinsipal di Korea Selatan menjadi prioritas utama guna memastikan apakah terdapat dampak teknis serupa pada unit yang beredar di pasar domestik, mengingat posisi Palisade sebagai salah satu kontributor utama penjualan di segmen SUV mewah.
"Hyundai Motors Indonesia terus melakukan pemantauan secara aktif terhadap perkembangan isu ini dan berkoordinasi dengan prinsipal untuk memastikan langkah yang tepat," kata Fransiscus dilansir dari Antara, Selasa (14/4/2026).
Langkah waspada ini berakar dari insiden di Ohio, AS, pada 7 Maret lalu. Otoritas keselamatan setempat melaporkan seorang balita meninggal dunia setelah kursi otomatis pada baris ketiga SUV Palisade menghimpit korban. Masalah teknis pada mekanisme penggerak kursi elektrik ini diduga menjadi pemicu utama kegagalan struktur keselamatan kendaraan.
Baca Juga
- Ramalan Hyundai Soal Pasar Mobil Listrik 2026 tanpa Insentif Pemerintah
- Hyundai Ioniq 5 Bisa Disewa! Tarif Mulai Rp15 Juta per Bulan
- Prabowo Harap VKTR Jadi National Champion, Sejajar Isuzu hingga Hyundai
Sistem kursi otomatis pada SUV modern bekerja menggunakan motor listrik dan pengunci elektronik yang seharusnya memiliki sensor beban serta mekanisme penguncian ganda. Dalam kasus ini, diduga terjadi malfungsi pada unit kontrol atau komponen pengunci yang menyebabkan kursi kehilangan daya topang secara tiba-tiba saat kendaraan sedang beroperasi atau dalam posisi tertentu, sehingga struktur kursi tidak lagi mampu melindungi penumpang.
Akibat kejadian tersebut, Hyundai menarik sedikitnya 68.500 unit Palisade di AS dan Kanada, serta menghentikan sementara penjualan beberapa varian tertinggi.
Langkah serupa diikuti oleh otoritas Korea Selatan yang menarik sekitar 58.000 unit Palisade hybrid karena kekhawatiran serupa, setelah adanya laporan cedera penumpang pada akhir tahun lalu.
Fransiscus menyebut, keselamatan pelanggan tetap menjadi komitmen tertinggi perusahaan. Jika ke depannya ditemukan indikasi kebutuhan langkah teknis atau perbaikan untuk unit di Indonesia, HMID berjanji akan segera menindaklanjuti sesuai regulasi perlindungan konsumen yang berlaku.
Fransiscus belum dapat mengkonfirmasi dampak insiden berakibat fatal yang melibatkan Hyundai Palisade di AS terhadap mobil Hyundai Palisade yang telah dipasarkan di Indonesia.





