Paus Leo XIV Teguh Serukan Perdamaian dan Menyatakan Tak Takut dengan Pemerintahan Trump

narasi.tv
21 jam lalu
Cover Berita

Paus Leo XIV menyampaikan ketidakgentarannya terhadap kritik yang dilontarkan oleh Presiden AS Donald Trump. Trump menyebut Paus Leo XIV lemah karena menyerukan damai dan mengecam serangan AS-Israel.

Saat ditemui wartawan dalam penerbangan dari Roma menuju Aljazair, Paus menegaskan sikapnya.

"Saya tidak takut dengan pemerintahan Trump," ujarnya kepada awak, Senin (13/4/2026).

Pernyataan ini dimaksudkan sebagai respons terhadap tuduhan Trump yang menyebut Paus Leo yang berasal dari Amerika Serikat (AS) "lemah" karena mengkritik perang AS-Israel terhadap Iran. Paus Leo menyatakan bahwa ia akan terus menyerukan perdamaian dan berdiri teguh pada ajaran Injil yang menolak perang.

Sebagai pemimpin tertinggi Gereja Katolik, Paus Leo XIV telah aktif menyuarakan pesan-pesan perdamaian terkait konflik yang sedang berlangsung di Iran. Ia menegaskan bahwa kekerasan dan perang bukanlah jawaban, dan mengajak para pemimpin dunia untuk mencari solusi damai.

Dalam homilinya, ia mencatat bahwa Yesus Kristus menolak perang dan berharap agar umat Katolik menjadikan ajaran ini sebagai pedoman dalam situasi genting seperti yang terjadi saat ini.

Paus Leo XIV yang merupakan paus pertama asal Amerika, memandang perannya sebagai penyampai pesan Kristus, bukan sebagai politikus. Ia menolak terlibat dalam perdebatan politik dengan Trump dan lebih memilih untuk fokus pada misi spiritualnya yang lebih besar.

"Saya tak berniat berdebat dengannya," tegas Paus Leo

Ucapan Trump yang Kontroversial

Trump tidak hanya mengkritik Paus Leo XIV secara langsung, tetapi juga merendahkan kualitas kepemimpinannya dalam berbagai kesempatan. Ia menyatakan bahwa Paus adalah figura yang lemah dalam menangani isu-isu kejahatan dan menjelaskan bahwa bukan hal yang dapat diterima jika Iran memiliki senjata nuklir. Kritik ini menyulut kontroversi, terutama di kalangan pengikut Paus dan pendukung ajaran damai yang dianutnya.

Dalam unggahan di media sosialnya, Trump menyebutkan bahwa ia tidak ingin seorang Paus yang memberikan izin kepada Iran untuk memiliki senjata nuklir. Ia menganggap pernyataan ini sebagai ancaman terhadap keamanan global dan menuntut agar kepemimpinan religius bersikap lebih tegas terhadap negara-negara yang memiliki potensi untuk menciptakan kekacauan.

Dengan kata lain, Trump menjadikan kritiknya sebagai panggilan untuk tindakan lebih berani dalam merespons situasi internasional.

Trump juga mengklaim bahwa pemilihan Paus Leo XIV tidak terlepas dari pengaruhnya. Ia berpendapat bahwa jika tidak ada dirinya di Gedung Putih, Leo tidak akan terpilih sebagai Paus.

"Jika saya tak ada di Gedung Putih, Leo tak akan berada di Vatikan," kata Trump.

Klaim ini menunjukkan rasa ketidakpuasan Trump terhadap Paus dan mengundang kritik serta pertanyaan tentang integritas pemilihan kepemimpinan yang seharusnya terpisah dari arena politik.

Baca Juga:Paus Leo XIV Desak Akhiri Perang di Timur Tengah Segera

Pesan Damai dari Paus Leo XIV

Paus Leo XIV terus menerus menyerukan pentingnya mengakhiri perang, terutama dalam konteks konflik yang terjadi di Timur Tengah. Ia percaya bahwa dialog antarnegara dan pemimpin dapat menghilangkan kekerasan yang menimpa banyak orang. Dalam pandangan Paus, perdamaian harus menjadi prioritas utama bagi semua pihak yang terlibat dalam konflik.

Dalam setiap pesan yang disampaikannya, Paus mengaitkan seruan damai tersebut dengan ajaran Injil. Ia mengingatkan umat Katolik bahwa ajaran Yesus Kristus adalah penolakan terhadap kekerasan dan perang. Pesan ini bukan hanya ditujukan kepada umat Katolik, tetapi juga kepada semua orang yang percaya pada keadilan dan perdamaian.

Meskipun kritik yang datang dari Trump, Paus Leo XIV tetap teguh dalam memperjuangkan perdamaian. Ia berharap bahwa seruan damai ini dapat menginspirasi banyak orang dan menjadi panggilan untuk tindakan konkret dalam menghadapi kekacauan yang ada. Dengan langkah ini, Paus berupaya meneguhkan posisinya sebagai suara moral yang tak tergoyahkan.

Baca Juga:Apakah Seorang Paus Digaji Sebagai Pemimpin Gereja Katolik?

 


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Menhub Sebut Kebijakan WFA Efektif Kurangi Kepadatan Angkutan Lebaran 2026
• 19 jam lalupantau.com
thumb
Saham Prajogo dan Komoditas Dilepas Asing, Ini Daftarnya
• 34 menit lalucnbcindonesia.com
thumb
Diplomasi Energi RI-Rusia Perkuat Transisi Energi Bersih Nasional
• 20 jam laludisway.id
thumb
Rektor Unismuh Makassar Soroti Ketimpangan Kuota KIP Kuliah: Swasta Nyaris Terpinggirkan
• 44 menit laluterkini.id
thumb
Liverpool Kehilangan Ekitike, Slot: Cederanya Serius
• 1 jam lalumedcom.id
Berhasil disimpan.