Holding pertambangan BUMN, MIND ID, mencatatkan perolehan laba bersih sebanyak Rp 29 triliun pada 2025. Angka ini turun 27,86% dibandingkan Laba tahun berjalan Rp40,2 triliun pada 2024.
“(Angka ini) 13% di atas target,” kata Direktur Utama MIND ID Maroef Sjamsoeddin dalam rapat dengar pendapat bersama Komisi XII DPR RI, Senin (14/4).
Selain laba bersih, Maroef juga menyebut jumlah pendapatan holding mencapai Rp 159 triliun, naik 9,5% dari periode sebelumnya yang mencapai Rp145,2 triliun. Sementara itu besaran EBITDA sebanyak Rp 42 triliun atau 3 persen di atas target.
Dia menyebut perolehan ini merupakan hasil dari optimalisasi kinerja operasional di tengah tantangan yang ada, serta pengendalian biaya. Tak hanya kinerja keuangan perusahaan dia juga menyampaikan rincian realisasi produksi dari masing-masing perusahaan sub-holding. Diantaranya:
Aluminium (PT Inalum)
- Produksi 2025: 280 ribu ton
- Target 2026: 275 ribu ton
Batu bara (PT Bukit Asam)
- Produksi 2025: 47,2 juta ton
- Target 2026: 49,5 juta ton
Bauksit (PT Antam)
- Produksi 2025: 2,8 juta metrik ton basah (wmt)
- Target 2026: 5,3 juta wmt
Emas (PT Antam dan PT Freeport Indonesia)
- Produksi 2025: 29,9 ton
- Target 2026: 31,7 ton
Feronikel (PT Antam)
- Produksi 2025: 16,1 ribu ton
- Target 2026: 18,4 ribu ton
Nikel matte (PT Vale)
- Produksi 2025: 72 ribu ton
- Target 2026: 68,4 ribu ton
Bijih nikel (PT Antam dan PT Vale Indonesia)
- Produksi 2025: 18,3 juta wmt
- Target 2026: 24,4 juta wmt
Timah (PT Timah)
- Produksi 2025: 17,8 ribu ton
- Target 2026: 29,1 ribu ton
Capaian Kinerja 2024
Dalam laporan keuangan tahun buku yang telah diaudit, MIND ID membukukan pendapatan sebesar Rp145,2 triliun, naik 34,56% dari tahun sebelumnya. Laba tahun berjalan melonjak menjadi Rp40,2 triliun, naik 46% dibandingkan 2023.
Aset perusahaan meningkat menjadi Rp292,1 triliun dari Rp259,2 triliun. Sementara itu, beban pokok pendapatan naik dari Rp90 triliun menjadi Rp124,6 triliun, mengikuti ekspansi produksi dan hilirisasi di seluruh entitas anak.
Pada tahun lalu berdasarkan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) juga menyetujui pembagian dividen sebesar 55% dari laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk tahun buku 2024 senilai Rp36,5 triliun, yakni menjadi Rp20,1 triliun. Jumlah ini meningkat dibandingkan dividen Tahun Buku 2023 sebesar Rp17,14 triliun.
Sementara itu, sisa 45% laba bersih atau sekitar Rp16,44 triliun akan dialokasikan untuk mendukung kelanjutan program hilirisasi yang dijalankan oleh Grup MIND ID.
“Di tengah dinamika global dan transisi energi, kami memastikan seluruh operasional berbasis pada keberlanjutan. Ini terbukti memperkuat performa finansial dan kontribusi ekonomi,” ujarnya dalam siaran pers.




