Sejumlah kandidat pengisi kursi direksi PT Astra International Tbk (ASII) beredar jelang rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) yang diselenggarakan pada Kamis (23/4) pekan depan.
Berdasarkan mata acara agenda penting itu, RUPST Astra nanti akan mengagendakan perubahan susunan direksi. Perubahan struktur organisasi itu seiring dengan habisnya masa jabatan sejumlah petinggi emiten raksasa otomotif itu.
Apabila menilik secara historis RUPST 2019, Djony Bunarto Tjondro diangkat sebagai wakil presiden direktur ASII yang saat itu posisi pucuk pimpinannya dipegang oleh Prijono Sugiarto. Kemudian, dalam RUPST 16 Juni 2020, ASII menyetujui Djony sebagai presdir yang baru. Djony menggantikan Prijono yang telah menjabat sebagai presdir Astra International sejak 1 Maret 2010.
Berikut rekam jejak sejumlah kandidat yang berpeluang menduduki posisi presiden direktur PT ASII.
- Rudy
Berdasarkan riwayat hidup yang diunggah di situs Astra.co.id, Rudy merupakan warga negara Indonesia yang lahir pada 1971. Ia diangkat sebagai wakil presiden direktur PT Astra International Tbk berdasarkan keputusan RUPST pada 8 Mei 2025.
Rudy meraih gelar Sarjana Ekonomi dari Universitas Trisakti, Master of Applied Finance dari University of Melbourne, Australia, serta menyelesaikan Advanced Management Program di INSEAD, Prancis.
Rudy bukan nama baru di lingkaran dalam Grup Astra. Ia memulai kariernya sebagai chief corporate planning di PT Astra International Tbk pada 2000–2009. Setelah itu, ia beralih ke sektor asuransi sebagai direktur keuangan di PT Asuransi Astra Buana pada 2009–2013.
Lalu pada 2013–2017, Rudy menjabat sebagai direktur independen sekaligus direktur keuangan di PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI). Setelah itu, ia kembali ke Asuransi Astra dan diangkat sebagai presiden direktur pada 2017–2023.
Memasuki 2023, ia menjabat wakil presiden direktur di PT Sedaya Multi Investama pada 2023–2025, dan presiden komisaris PT Astra Sedaya Finance pada 2023–2026. Di saat yang sama, ia juga menjadi wakil presiden komisaris PT Toyota Astra Financial Services sejak 2023 hingga sekarang.
Pada 2024–2025, Rudy sempat menjabat direktur di PT Astra International Tbk, sebelum kemudian naik menjadi wakil presiden direktur pada 2025. Di tahun yang sama, ia menjadi komisaris di PT Federal International Finance dan PT Sedaya Multi Investama untuk periode 2025–2026.
Kemudian pada 2026, ia dipercaya sebagai Presiden Komisaris di PT Astra Honda Motor dan PT Toyota-Astra Motor, dan Komisaris di PT Serasi Autoraya. Selain itu, ia juga menjabat wakil presiden komisaris di PT United Tractors Tbk sejak 2024 hingga sekarang, hingga komisaris PT Astra Daihatsu Motor.
Di luar itu, Rudy juga aktif di jabatan lain, salah satunya sebagai ketua Dewan Pengawas Dana Pensiun Astra untuk periode 2024–2026.
- Gidion Hasan
Gidion Hasan merupakan warga negara Indonesia yang lahir pada 1972. Ia meraih gelar Sarjana Keuangan dari Rogers State University, Amerika Serikat, pada 1994.
Saat ini, Gidion menjabat sebagai direktur Astra International sejak 2016. Selain itu, ia juga mengemban sejumlah posisi strategis, di antaranya presiden komisaris PT Inti Pantja Press Industri (2026–sekarang), presiden komisaris di PT Astra Digital Mobil, PT Isuzu Astra Motor Indonesia, dan PT Jakarta Pakar Kardia (2025–sekarang).
Sejak 2024, ia juga menjabat sebagai presiden komisaris PT Astra Healthcare Indonesia. Sementara itu, sejak 2022, Gidion dipercaya sebagai presiden komisaris PT Serasi Autoraya, komisaris di PT Medikaloka Hermina Tbk dan PT Polinasi Iddea Investama. Ia juga sempat menjabat sebagai wakil presiden komisaris PT Isuzu Astra Motor Indonesia periode 2022–2025.
Gidion juga mengisi posisi komisaris di PT Menara Astra (2021–sekarang) dan PT Astra Sedaya Finance (2020–sekarang). Sejak 2019, ia menjabat sebagai presiden komisaris PT UD Astra Motor Indonesia dan PT Astra Otoparts Tbk, dan wakil presiden komisaris PT Astra Daihatsu Motor.
Tak hanya itu, ia juga pernah menjadi wakil presiden komisaris PT United Tractors Tbk (UNTR) pada 2019–2023.
Sebelumnya, Gidion menjabat sebagai Presiden Komisaris PT Pamapersada Nusantara (2016–2019) dan Presiden Direktur PT United Tractors Tbk (2015–2019). Ia juga pernah menjadi Presiden Komisaris PT Tuah Turangga Agung (2014–2019).
Dalam perjalanan kariernya di United Tractors, Gidion pernah menjabat sebagai wakil presiden direktur (2013–2015) dan direktur (2005–2013). Ia juga pernah memegang posisi chief corporate planning dan investor relations di PT Astra International Tbk pada 1999–2005.
Di luar jabatannya, Gidion menjadi anggota Dewan Pembina Yayasan Dharma Bhakti Astra dan Yayasan Astra Bina Ilmu sejak 2020 dan anggota Dewan Pengawas Dana Pensiun Astra sejak 2017.




