Trump Unggah-Hapus Foto Mirip Yesus, Enggan Minta Maaf ke Paus Leo XIV

kumparan.com
19 jam lalu
Cover Berita

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menuai kecaman setelah mengunggah gambar berbasis AI yang menampilkan dirinya seperti sosok Yesus Kristus, sebelum akhirnya menghapus unggahan tersebut pada Senin (13/4).

Unggahan di platform Truth Social itu muncul di tengah konflik terbuka Trump dengan Paus Leo XIV, yang mengkritik perang AS-Israel terhadap Iran sebagai hal tidak manusiawi.

Gambar tersebut memperlihatkan Trump mengenakan jubah putih dengan tangan seolah menyembuhkan seseorang, dengan latar simbol-simbol AS seperti Patung Liberty dan pesawat tempur.

Unggahan itu memicu kritik luas, termasuk dari kalangan konservatif religius yang selama ini menjadi basis pendukung Trump.

"Ini penistaan yang menjijikkan. Iman bukan alat," tulis tokoh Partai Republik Brilyn Hollyhand, sebagaimana dikutip dari Reuters pada Selasa (14/4).

Trump kemudian membantah bahwa gambar itu dimaksudkan sebagai sosok Yesus.

"Itu maksud seharusnya saya sebagai dokter yang menyembuhkan orang," katanya kepada wartawan di Gedung Putih.

Namun, sejumlah pakar menilai visual tersebut jelas mengambil referensi ikonografi Yesus sebagai penyembuh, termasuk penggunaan cahaya yang identik dengan simbol keilahian.

Di tengah kontroversi itu, Trump juga menegaskan tidak akan meminta maaf kepada Paus Leo.

"Tidak ada yang perlu saya minta maafkan. Dia salah," kata Trump.

Ia menilai Paus Leo keliru karena menentang kebijakan AS terhadap Iran.

"Paus Leo mengatakan hal-hal yang keliru. Ia sangat menentang langkah saya terkait Iran, padahal Iran tidak boleh memiliki senjata nuklir," kata Trump.

Sebelumnya, pada Minggu (12/4) Trump bahkan menyebut Paus Leo "lemah terhadap kejahatan" dan "buruk dalam kebijakan luar negeri" dalam unggahan Truth Social.

Merespons itu, Paus Leo mengatakan dirinya tak takut pada pemerintahan Trump maupun mundur dari sikapnya menentang perang. Hal ini ia sampaikan saat dalam penerbangan menuju Aljazair, untuk perjalanan apostolik pertamanya pada Senin (13/4).

Ketegangan ini memperdalam hubungan yang memang sudah renggang antara Trump dan Vatikan, terutama terkait isu perang Iran dan kebijakan imigrasi.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Menagih Nafkah Anak usai Bercerai
• 15 jam lalukumparan.com
thumb
Kajati Jatim Dimutasi ke Kejagung, Baru Menjabat Lima Bulan
• 13 jam lalurealita.co
thumb
Mahasiswa Ilmu Politik Unhas Dibekali Pemahaman Kecerdasan Buatan Lewat Program AI Accelerator
• 9 jam laluharianfajar
thumb
17 Negara Desak Israel dan Lebanon Manfaatkan Momentum dan Lanjutkan Negosiasi
• 8 menit lalumetrotvnews.com
thumb
Maman DPR Minta Pemerintah Prioritaskan Keadilan, Bukan Adu Cepat Tiket Haji
• 13 jam lalusuarasurabaya.net
Berhasil disimpan.