Mahasiswa Ilmu Politik Unhas Dibekali Pemahaman Kecerdasan Buatan Lewat Program AI Accelerator

harianfajar
7 jam lalu
Cover Berita

FAJAR, MAKASSAR – Ruang Kolaborasi Perempuan (RKP) bekerjasama dengan Departemen Ilmu Politik Unhas menyelenggarakan kegiatan AI Accelerator, di Aula Prof. Syukur Abdullah, FISIP Unhas, Selasa, 14 April.

Kegiatan ini diikuti oleh mahasiswa tingkat akhir Departemen Ilmu Politik sebagai upaya mempersiapkan mereka menghadapi dunia kerja berbasis teknologi.

Program ini hadir sebagai respons terhadap pesatnya perkembangan teknologi digital, khususnya kecerdasan buatan (AI), yang berdampak pada berbagai sektor. Melalui pelatihan ini, mahasiswa diberi keterampilan agar mampu beradaptasi dengan perubahan zaman serta memanfaatkan teknologi secara produktif.

Sekretaris Departemen Ilmu Politik Unhas, Endang Sari, menyampaikan apresiasi atas kolaborasi bersama RKP ini. Dia berharap mahasiswa mampu memahami dan terampil menggunakan kecerdasan buatan dalam memahami proses kebijakan publik, dinamika politik, strategi kampanye hingga interaksi antar aktor politik.
“Hari ini kita harus berdampingan dengan AI dan jadikan AI sebagai tools dan teman belajar untuk memahami kompleksitas politik dan tentu itu harus dilakukan secara bertanggung jawab,” ujarnya.

Project Koordinator AI Accelerator, Ita Masita Ibnu, menjelaskan bahwa program ini dirancang untuk memitigasi dampak ketimpangan digital.
“Kami melihat perkembangan teknologi yang sangat masif berpotensi memperlebar kesenjangan, khususnya bagi kelompok marginal. Melalui pelatihan ini, kami ingin memberikan pengetahuan dasar dan kapasitas agar mereka siap beradaptasi dengan AI,” jelasnya.

Dalam kegiatan ini, peserta dibekali berbagai keterampilan praktis, mulai dari pembuatan CV yang menarik, penyusunan surat lamaran kerja, strategi menghadapi wawancara, hingga membangun portofolio digital dengan memanfaatkan tools AI. Program ini juga merupakan bagian dari inisiatif global yang didukung oleh AVPN, Google.org, dan ADB.

Salah satu peserta, Guswitha Nurpadilah, mengaku kegiatan ini memberikan wawasan baru dalam memanfaatkan AI. “Saya ingin lebih aware dalam penggunaan AI, terutama untuk efisiensi waktu dalam memahami informasi. AI juga sangat membantu dalam menganalisis kasus politik, bahkan berpotensi untuk mengembangkan sistem pemantauan hoaks secara real time,” kata dia.

Melalui kegiatan ini, diharapkan mahasiswa tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu memanfaatkannya secara kritis dan strategis dalam menghadapi tantangan era digital. (wid)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
KKP Catat Potensi Serapan Karbon Biru di RI hingga 10 Juta Ton per Tahun
• 14 jam lalukumparan.com
thumb
Kronologi Bripda Natanael Tewas Diduga Dianiaya Senior di Mess Polda Kepri
• 12 jam lalurctiplus.com
thumb
Faizal Assegaf Tempuh Jalur Hukum, Jubir KPK Dilaporkan Terkait Dugaan Fitnah
• 12 jam laludisway.id
thumb
Manusia Silver di Jakpus Berulah: Paksa Minta Uang, Berujung Diciduk Satpol PP
• 8 jam lalukumparan.com
thumb
Sekjen DPR Indra Iskandar Menang Praperadilan dan Status Tersangka Gugur, IniReaksi KPK
• 15 jam lalurctiplus.com
Berhasil disimpan.