Kinerja Ekspor China Melambat Tajam, Tertekan Perang di Iran

kumparan.com
20 jam lalu
Cover Berita

Kinerja ekspor China melambat tajam pada bulan Maret dibandingkan bulan-bulan sebelumnya, mencerminkan meningkatnya tekanan pada ekonomi terbesar kedua di dunia karena perang di Iran mengganggu pasokan energi global.

Berdasarkan laporan Bloomberg, ekspor hanya naik 2,5 persen dibandingkan tahun sebelumnya, menurut pernyataan yang dirilis oleh Administrasi Umum Bea Cukai pada hari Selasa.

Angka tersebut melambat dibandingkan dengan perkiraan median sebesar 8,6 persen dalam survei ekonom Bloomberg dan kenaikan hampir 40 persen pada bulan Februari.

Sebaliknya, impor melonjak dengan laju tercepat sejak akhir tahun 2021 dan naik hampir 28 persen, menghasilkan surplus perdagangan sebesar USD 51 miliar — terkecil dalam lebih dari setahun.

Adapun pengiriman ke AS anjlok lebih dari 26 persen, melanjutkan penurunan setelah mengakhiri serangkaian penurunan dua digit pada bulan Februari.

Data ini menutup bulan yang penuh gejolak bagi pasar dan ekonomi global, setelah serangan AS dan Israel terhadap Iran dan pembalasan Teheran menyebabkan kekacauan di seluruh Timur Tengah dan sekitarnya.

Seperti diketahui, penutupan Selat Hormuz secara oleh Iran mendorong kenaikan biaya material, mulai dari plastik hingga serat, dengan mengganggu titik transit utama untuk aliran energi yang menyumbang sekitar seperlima dari minyak dan gas alam cair dunia. Banyak pabrik di Tiongkok yang berhadapan langsung dengan konsumen mengalami penurunan keuntungan.

Dampak krisis minyak diredam oleh lonjakan investasi AI global selama beberapa bulan. Hal itu mendorong kenaikan harga chip memori dan menyebabkan pertumbuhan ekspor yang eksplosif dari negara-negara Asia seperti Korea Selatan dan Taiwan .

Di China, nilai ekspor sirkuit terpadu melonjak hampir 70 persen dalam dua bulan pertama tahun ini. Sementara peralatan listrik meroket lebih dari 50 persen.

Faktor pendukung lain untuk ekspor Tiongkok muncul ketika putusan Mahkamah Agung AS pada akhir Februari membatalkan tarif yang diberlakukan Presiden Donald Trump.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
TNI Temukan Ladang Ganja di Pedalaman Hutan Papua, Satu Orang Ditangkap!
• 6 jam laluokezone.com
thumb
Platform Media Sosial Mulai Nonaktifkan Akun Anak di Bawah 16 Tahun
• 11 jam lalukompas.id
thumb
Langgar Aturan Keimigrasian, Enam WNA di Batam Terancam Sanksi Deportasi dan Penangkalan
• 10 jam lalutvrinews.com
thumb
Pesan Menyentuh Kris Dayanti untuk Tamara Bleszynski: Doa Ibu Jadi Pelindung
• 16 jam lalukumparan.com
thumb
Prabowo-Putin Bahas Kerja Sama, Indonesia Jajaki Pasokan Energi Rusia
• 9 jam lalueranasional.com
Berhasil disimpan.