JAKARTA, KOMPAS – Pembatasan akses ke media sosial untuk anak-anak di bawah 16 tahun di Indonesia mulai dijalankan platform. sejumlah platform media sosial menyatakan komitmen penyesuaian yang aman bagi anak.
Dari delapan platform media sosial yang diminta Pemerintah Indonesia untuk melakukan penyesuaian di tahap awal sejak 28 Maret 2026, sampai saat ini ada dua yang belum sepenuhnya mematuhi yakni YouTube dan Roblox. Adapun TikTok, Bigo Live, X, serta seluruh grup Meta (Instagram, Facebook, dan Threads) sudah memberikan komitmen kepatuhan kepada Pemerintah Indonesia. Kebijakan tersebut merupakan implementasi Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Pelindungan Anak atau PP Tunas.
“Kami terus mengingatkan dan mengawasi seluruh platform di tahap pertama untuk menuntaskan asesmen resiko dan melakukan penyesuaian sesuai PP Tunas dan Peraturan Menteri. Komunikasi formal dan informal terus kami lakukan supaya penyelenggara sistem elektronika atau PSE yang beroperasi di Indonesia patuh. Sanksi tetap akan kami jalankan untuk yang belum patuh,” kata Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid di Jakarta, Selasa (16/4/2026).
Meutya meyakini platform media sosial/gim dapat menyesuaikan diri dengan ketentuan dalam PP Tunas. Hal ini bisa dicontoh dari TikTok yang menjalankan berbagai kepatuhan, seperti sudah mempublikasikan batas usia minimum 16 tahun melalui Help Center dan akan memutakhirkan pelaporan implementasinya.
Per 10 April 2026, TikTok melaporkan telah menonaktifkan 780.000 akun milik pengguna berusia di bawah 16 tahun di Indonesia. “Ini langkah kemenangan awal publik, anak, dan orangtua di Indonesia. Kami mengapresiasi jumlah akun yang di-take down. Kami menghitung dari rata-rata take down di TikTok, saat ini diperkirakan sudah sejuta per hari ini,” kata Meutya.
Terkait platform Roblox, Meutya mengapresiasi penyesuaian pengaturan (setting) fitur baru dalam rangka kepatuhan menunda akses anak di bawah 16 tahun ke media sosial dan gim. “Kami mencatat baik ada perubahan besar Roblox secara global. Namun kami tetap meminta kepatuhan sesuai ketentuan di Indonesia dalam hal ini risiko tinggi,” kata Meutya.
Namun, ia juga menyatakan masih ada celah keamanan dalam pelindungan anak dalam Roblox. Ia menyebutkan penyesuaian yang dilakukan Roblox masih membolehkan chat anak di bawah 16 tahun dengan orang tidak dikenal.
Kami tetap meminta kepatuhan sesuai ketentuan di Indonesia dalam hal ini risiko tinggi.
“Ini sangat dituntut orangtua di Indonesia. Dengan berat hati kami belum dapat menerima proposal Roblox dalam kategori mematuhi meskipun kami mengapresiasi penyesuaian yang dilakukan secara global. Kami mencatat itikad baik Roblox dan yakin komitmen untuk perbaikan sampai sempurna mengikuti ketentuan dalam PP Tunas,” kata Meutya.
Terkait YouTube, kata Meutya, pihaknya sudah memberikan teguran pertama. Hingga saat ini, Kementerian Komdigi masih menunggu respons. Namun, secara informal YouTube sudah merespons dan mengubah tampilan layar dengan mencantumkan “mungkin 16 tahun”. Hal ini dinilai belum sesuai dengan ketentuan hukum di Indonesia.
Secara terpisah, Vice President of Civility and Partnerships Roblox Tami Baumik mengatakan, Roblox sebagai salah satu platform gim yang dapat diakses anak berkomitmen menjamin keamanan (safety) anak. Upaya itu dilakukan dengan memastikan produk kontrol, termasuk melibatkan pengendalian orangtua pada anak-anaknya saat mengakses Roblox
Selain itu, lanjutnya, Roblox juga melakukan pemberdayaan (civility) dengan fokus pada edukasi dan berdayakan masyarakat. Hal itu terutama agar masyarakat dapat menggunakan fitur kontrol orangtua pada platform. Orangtua juga dapat memandu anak terkait literasi digital, hubungan sehat dengan teknologi dan penggunaan.
”Pada dasarnya anak dan orangtua ingin nyaman berada di ruang online. Kami di Roblox mendukung kemananan dan pemberdayaan orangtua, anak, dan remaja yang mengakses Roblox,” kata Baumik.
Baumik mengatakan secara global diluncurkan Roblox Kids dan Roblox Select. Di Indonesia, Roblox Kids ditetapkan untuk pengguna berusia 5-12 tahun, sementara Roblox Select untuk pengguna berusia 13-15 tahun.
Saat diluncurkan pada awal bulan Juni mendatang, kata Baumik, akun-akun ini akan semakin menyelaraskan akses konten, pengaturan komunikasi, serta kontrol orangtua dengan usia pengguna. Saat ini, judul-judul gim yang tersedia untuk pengguna di bawah 16 tahun juga tengah dikurasi.
Roblox akan mewajibkan pengecekan usia berbasis verifikasi wajah untuk dapat mengakses fitur chat. Di Indonesia, semua akun yang dimiliki pengguna berusia di bawah 16 tahun akan membutuhkan persetujuan orangtua yang terverifikasi (verified parental consent/VPC). Akun pengguna di bawah 16 tahun yang belum diverifikasi oleh orangtua atau wali tidak akan memiliki akses terhadap fitur chat maupun gim dengan rating moderate ke atas.





