Muhadkly Acho Bagikan Cerita Personal soal Sepatu, Akui Pernah Beli Barang Palsu

grid.id
22 jam lalu
Cover Berita

Grid.ID - Muhadkly Acho bagikan pengalamannya yang tak berbeda jauh dengan cerita di film Children of Heaven.

Dalam kehidupan nyata, Acho mengalami versi yang tidak jauh berbeda, khususnya saat ia tumbuh di kawasan Tanjung Priok, Jakarta Utarq. Ia secara jujur mengungkapkan bahwa sejak kecil, memiliki sepatu “asli” bukanlah hal yang mudah baginya.

"Kalau gue tinggal di Tanjung Priok ya, gue tuh enggak pernah punya sepatu asli," ujar Muhadkly Acho di kawasan Setiabudi, Jakarta Selatan pada Senin (13/4/2026).

Keinginan untuk memiliki sepatu bermerek pun sempat menjadi impian sederhana yang sulit tercapai. Salah satu yang paling diinginkan adalah sepatu Adidas dengan ciri khas tiga garis. Namun, realitas membawa Acho ke pengalaman yang unik ketika ia membelinya di Pasar Ular.

"Jadi dari dulu pengin banget punya Adidas stripnya tiga, gue beli di Pasar Ular. Nah di sana tuh pedagang baik banget gitu, jadi gue bilang beli Adidas gue dikasih stripnya empat," kata Acho.

Alih-alih mendapatkan sepatu sesuai ekspektasi, ia justru menerima versi yang lebih banyak dari yang seharusnya. Ketika ia mempertanyakan hal tersebut, jawaban sang pedagang justru menjadi momen yang tak terlupakan.

"Pas gue bilang, "Bang, Adidas bukannya tiga?" Dia bilang, "Enggak, itu kita mah baik, kita lebihin satu." Itulah Pasar Ular," ungkapnya.

Acho pun mengungkapkan bahwa Pasar Ular di Tanjung Priok itu memang kerap menjual produk bajakan. Sehingga hal tersebut sangat membekas dibenaknya.

"Tapi kalau teman-teman tahu Pasar Ular di Priok tuh ya memang begitu, memang produk-produknya produk bajakan semua. Itu sih yang paling gue ingat soal sepatu," katanya.

Pria yang dikenal sebagai sutradara ini pun mengungkapkan bahwa keinginan memiliki barang bermerk di Tanjung Priok adalah hal yang paling sulit. Ketika ingin membeli sesuatu, pertimbangannya bukan lagi soal estetika atau kualitas, melainkan risiko kehilangan.

"Selalu pengin punya sepatu keren tapi di Priok tuh enggak bisa punya sepatu keren karena sering banget hilang gitu, ditodong, di apa, dipalak," ujar Acho.

 

"Jadi ketika mau beli sepatu, orang tua tuh bukan nanya bagus enggak, tapi "Takut enggak entar hilang?" Nah itu pertanyaannya gitu. Jadi itu yang paling teringat buat gue sih soal sepatu," sambungnya.

Seiring berjalannya waktu, ketika Acho sudah berada dalam kondisi yang lebih mapan, ia mulai merasakan perubahan dalam cara memandang barang-barang yang dulu sulit dimiliki.

"Ya lumayan sih, jadi kayak ngerasa kayak ah dulu nih yang enggak sempat dimiliki, mau deh nyobain sekarang gitu," tuturnya.

Sementara itu, film Children of Heaven versi Indonesia ini diadaptasi dari film legendaris asal Iran karya Majid Majidi yang dirilis pada 1997. Versi Indonesia ini disutradarai oleh Hanung Bramantyo dan diproduksi oleh MD Pictures. Film Children of Heaven ini rencana akan tayang pada 27 Mei 2026.(*)

Artikel Asli


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Polisi bantah mobil patroli tabrak warga saat tawuran di Tebet
• 20 jam laluantaranews.com
thumb
Survei Cyrus Network: Kemenkeu Berkinerja Terbaik, Disusul Kemenkes dan Seskab
• 13 jam lalujpnn.com
thumb
Bangkitnya Saham Prajogo: BREN hingga CDIA Terbang, BRPT Meroket 67%
• 17 jam lalukatadata.co.id
thumb
TikTok Nonaktifkan 780 Ribu Akun Anak di Bawah 16 Tahun di Indonesia
• 16 jam lalukumparan.com
thumb
Lebanon dan Israel Sepakat Negosiasi Setelah Pertemuan di Washington
• 5 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.