PT Chandra Asri Pacific Tbk (CDIA) mencatatkan kinerja moncer pada kuartal I 2026 dengan membukukan laba bersih sebesar USD 205 juta atau setara dengan Rp 3,51 T dengan kurs Rp 17.135 per dolar AS.
Berdasarkan keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (14/4), selain laba bersih, perseroan juga mencatatkan pendapatan sebelum bunga, pajak dan amortisasi atau Earning Before Interest, Taxes, Depreciation, and Amortization (EBITDA) kuartalan sebesar USD 421 juta atau Rp 7,21 triliun. Ini merupakan EBITDA tertinggi sepanjang sejarah CDIA.
Pendorong kinerja tersebut adalah kilang yang kuat, strategi pengadaan bahan baku yang optimal dan kontribusi dari transformasi bisnis menjadi pemain industri terdiversifikasi di Asia Tenggara.
Manajemen menyebut, lonjakan kinerja ini turut ditopang oleh keberhasilan integrasi sejumlah aset strategis di Singapura, termasuk kilang milik Shell dan bisnis ritel ExxonMobil, yang memperkuat basis pendapatan sekaligus meningkatkan skala usaha secara signifikan.
Likuiditas Chandra Asri juga berada pada angka USD 3,8 miliar, mendukung ketahanan operasional dan fleksibilitas strategis.
Di tengah tekanan industri petrokimia global akibat kelebihan pasokan dan lemahnya permintaan, Chandra Asri menjaga stabilitas operasional melalui efisiensi biaya dan menyelesaikan investasi utama seperti ekspansi fasilitas Butene-1 dan MTBE di Cilegon.
Kinerja kilang juga menjadi penopang utama, terutama di tengah disrupsi pasokan dari kawasan Timur Tengah. Chandra Asri memaksimalkan margin melalui strategi pemilihan jenis minyak mentah (crude slate) dan penempatan produk yang adaptif terhadap kondisi pasar.
Siapkan Investasi USD 1 M untuk Industri KimiaPerseroan juga terus mendorong hilirisasi industri nasional melalui komitmen belanja modal sekitar USD 1 miliar atau setara dengan Rp 17,13 triliun untuk pembangunan fasilitas soda kaustik dan ethylene dichloride (EDC) berskala dunia. Proyek ini ditargetkan mulai beroperasi pada 2027.
Selain itu, melalui entitas anak PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA), perusahaan juga melanjutkan ekspansi infrastruktur di bidang logistik, penyimpanan, dan utilitas di berbagai wilayah Indonesia.





