Purbaya Bertemu Investor Global BlackRock Cs di AS, Beberkan Kondisi Fiskal RI

kumparan.com
18 jam lalu
Cover Berita

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa bertemu dengan investor global mulai dari HSBC Global Asset Management, Lazard Asset Management, BlackRock, Lord Abbett, hingga TD Asset Management, di Amerika Serikat (AS), Senin (13/4).

Dalam agenda tersebut, Purbaya memaparkan kondisi fundamental makroekonomi Indonesia dan arah kebijakan fiskal ke depan kepada sejumlah investor besar asal AS itu. Upaya ini dilakukan untuk memperkuat kepercayaan investor terhadap prospek ekonomi Tanah Air.

"Pada dasarnya kita jelaskan kondisi ekonomi dan strategi fiskal kita ke depan, jadi mereka yakin bahwa gerakan atau kebijakan fiskal kita sudah pada arah yang benar,” ujar Purbaya di Peninsula Hotel New York, melalui keterangan tertulis, pada Selasa (14/4).

Purbaya menyebut para investor menunjukkan minat untuk menanamkan modal di Indonesia. "Jadi beberapa penjelasan diberikan ke mereka untuk memastikan keraguan mereka terhadap Indonesia bisa di clear-kan," kata Purbaya.

Menurutnya, investor sebenarnya tidak meragukan fondasi makroekonomi Indonesia. Namun, mereka ingin memastikan isu-isu negatif yang beredar, khususnya terkait kondisi fiskal itu tidak sesuai dengan kenyataan.

"Jadi mereka (investor) nggak ragu, cuma mereka dengar ada noise bahwa fiskal kita bermasalah, mereka memastikan bahwa itu tidak benar,” terang Purbaya.

Purbaya menegaskan pemaparan yang disampaikan pemerintah dapat diterima dengan baik oleh para investor, karena dinilai selaras dengan teori ekonomi yang berlaku.

"Kita jelaskan kebijakan fundamental kita seperti apa dan karena mereka orang pintar, mereka bisa menerima dengan sepenuh hati apa yang kita jelaskan sudah sesuai dengan teori-teori ekonomi,” terang Purbaya.

Dalam pertemuan tersebut, pemerintah juga menerima sejumlah masukan positif, terutama terkait pentingnya meningkatkan komunikasi dengan investor global. Hal ini dinilai krusial meski pondasi makro ekonomi Indonesia sudah dianggap kuat.

"Soal kebijakan fiskal mereka sudah yakin bahwa kebijakan arahnya sudah benar, mereka beranggapan beberapa lembaga pemeringkat internasional terlalu cepat melakukan perubahan peringkat ke Indonesia, ya seperti pemberian outlook yang negatif, di mana perubahan tersebut dilakukan ketika data ekonomi terkini belum terlalu lengkap,” tutur Purbaya.

Untuk menjaga kepercayaan investor, pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi tetap sesuai dengan asumsi dalam APBN. Purbaya menekankan pentingnya menjaga momentum pertumbuhan, terutama pada paruh awal tahun.

"Kita akan terus pastikan ekonomi tumbuh sesuai dengan target yang kita sebutkan. Kalau Indonesia bisa tumbuh 5,5 persen di triwulan I dan pada triwulan II tetap kuat, ini akan serta merta membuat mereka lebih yakin untuk memperbesar investasinya di Indonesia,” ujar Purbaya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Heboh Pengakuan Ruby Rose, Pihak Katy Perry Angkat Bicara
• 8 jam lalutabloidbintang.com
thumb
Yuk Tebak Nama Grup K-Pop dari Emoji! Bisa Jawab Semua?
• 11 jam lalubeautynesia.id
thumb
Tips Pakai Motor Yamaha Keyless, Hindari Aki Tekor hingga Hemat Biaya Perawatan
• 13 jam laluharianfajar
thumb
Jadwal Tinju Dunia Pekan Ini: Ada Ben Whittaker Hingga Duel Perebutan Gelar Juara Alycia Baumgardner vs Bo Mi Re Shin
• 15 jam lalutvonenews.com
thumb
Terlibat Kasus Pidana, Delapan ASN Pemkot Jayapura Dipecat Secara Tidak Hormat
• 9 jam lalujpnn.com
Berhasil disimpan.