FAJAR, MAKASSAR — Penggunaan motor dengan sistem kunci pintar (keyless) semakin meluas di berbagai tipe sepeda motor Yamaha.
Teknologi ini menawarkan kemudahan dan keamanan, namun di sisi lain membutuhkan pemahaman yang tepat agar tidak menimbulkan masalah teknis yang berujung pada biaya tambahan.
Kepala Bengkel Yamaha Surya Reski Veteran, Zulfikar, mengungkapkan masih banyak pengguna yang keliru dalam menggunakan sistem keyless. Kesalahan kecil, bisa berdampak pada penurunan performa hingga aki cepat tekor.
Ia menjelaskan, langkah pertama yang wajib diperhatikan adalah memastikan remote dalam kondisi aktif. Cara mengaktifkannya dengan menekan tombol selama tiga detik hingga lampu indikator berkedip cepat.
“Sebaliknya, untuk menonaktifkan, tombol juga ditekan selama tiga detik hingga indikator menyala lebih lambat,” ungkapnya.
Selain itu, posisi remote harus berada dalam jarak ideal dengan motor, yakni sekitar 30 cm. Jika terlalu jauh, sistem tidak akan membaca sinyal, sehingga motor tidak bisa dihidupkan.
Zulfikar juga menjabarkan perbedaan cara penggunaan pada beberapa tipe motor Yamaha seperti Yamaha NMAX, Yamaha Aerox, Yamaha Fino, Yamaha Lexi, dan Yamaha Grand Filano.
“Pada model ini, pengguna harus memutar knop dua kali, yaitu ke posisi “open” untuk membuka bagasi dan tangki, lalu ke posisi “ON” agar mesin siap dinyalakan,” tuturnya.
Kesalahan yang sering terjadi adalah saat mematikan motor. Banyak pengguna hanya memutar sekali atau berhenti di posisi “open”.
Padahal, kondisi tersebut membuat sistem kelistrikan tetap aktif dan menyebabkan aki cepat drop karena terjadi kebocoran arus (loss voltage).
“Ini yang sering tidak disadari pengguna. Akibatnya, motor tidak bisa dihidupkan karena tegangan aki sudah di bawah standar,” ujarnya.
Berbeda dengan model Yamaha Fazzio, sistem keyless pada tipe ini lebih sederhana karena hanya membutuhkan satu kali putaran untuk posisi ON maupun OFF.
Lebih lanjut, Zulfikar mencontohkan kasus pelanggan yang mengalami kendala motor tidak bisa menyala.
Setelah dilakukan pengecekan melalui layanan servis kunjung, ditemukan bahwa masalah bukan pada aki, melainkan pada baterai remote yang diganti tidak sesuai standar pabrikan.
“Setelah diganti dengan baterai yang sesuai, motor langsung normal kembali. Jadi penting untuk tidak sembarang mengganti komponen,” jelasnya.
Ia juga menekankan pentingnya pemahaman dasar penggunaan remote. Dalam beberapa kasus, motor tidak bisa dinyalakan karena remote tidak diaktifkan dengan benar, atau pengguna meninggalkan motor dalam kondisi sistem masih aktif sehingga menguras daya aki.
Area Service Development Suraco Building, Muhammad Yan Arfi, menambahkan bahwa perawatan motor keyless juga berpengaruh pada efisiensi biaya jangka panjang.
Menurutnya, salah satu cara sederhana adalah memanaskan motor secara berkala jika jarang digunakan. Hal ini penting karena motor injeksi membutuhkan suplai listrik yang stabil.
“Kalau jarang dipakai, sebaiknya dipanaskan. Ini untuk menjaga kondisi aki tetap optimal dan mencegah kerusakan yang bisa menambah biaya perbaikan,” katanya.
Selain itu, layanan servis kunjung dari Yamaha juga menjadi solusi praktis bagi konsumen. Pengguna cukup menghubungi call center, dan mekanik akan datang ke lokasi tanpa biaya tambahan untuk pengecekan awal.
“Layanan ini dinilai mampu menghemat waktu dan biaya transportasi konsumen,” ungkapnya.
Secara ekonomi, pemahaman penggunaan teknologi keyless yang tepat dapat membantu pengguna menekan pengeluaran tak terduga, seperti penggantian aki, baterai remote, maupun biaya servis akibat kesalahan penggunaan.
“Dengan edukasi yang tepat, teknologi ini tidak hanya memberikan kenyamanan, tetapi juga efisiensi dalam biaya operasional kendaraan sehari-hari,” ucapnya.(wis)





