Pemerintah Pacu Efisiensi Logistik, Biaya Distribusi Ditargetkan Turun

wartaekonomi.co.id
17 jam lalu
Cover Berita
Warta Ekonomi, Jakarta -

Pemerintah menegaskan komitmen dalam memperkuat sistem logistik nasional yang efisien, terintegrasi, dan adaptif di tengah dinamika global yang semakin kompleks.

Langkah ini menjadi agenda mendesak mengingat peranan strategis sektor logistik dalam mendukung kelancaran distribusi barang dan jasa, memperkuat konektivitas antarwilayah, serta meningkatkan daya saing perekonomian nasional.

Hal tersebut disampaikan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam audiensi dengan Dewan Pengurus Pusat Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) di Jakarta, Kamis (9/4/2026).

"Pemerintah memandang sektor logistik sebagai pilar strategis dalam menjaga kelancaran distribusi, memperkuat konektivitas, dan meningkatkan daya saing ekonomi nasional. Oleh karena itu, penguatan sistem logistik yang terintegrasi dan berdaya tahan menjadi bagian penting dalam agenda pembangunan," ujarnya, dikutip dari siaran pers Kemenko Perekonomian, Selasa (14/4).

Dalam pertemuan tersebut, Deputi Bidang Koordinasi Perniagaan dan Ekonomi Digital Ali Murtopo Simbolon turut mendampingi Menko Airlangga untuk membahas berbagai isu strategis, khususnya langkah-langkah peningkatan efisiensi biaya logistik serta penguatan sistem logistik nasional yang lebih terintegrasi dan responsif terhadap dinamika global.

Biaya logistik nasional saat ini masih berada pada kisaran 14% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Pemerintah terus mendorong penurunan angka tersebut secara bertahap melalui berbagai kebijakan, guna mengoptimalkan efisiensi distribusi, memperkuat konektivitas antarwilayah, serta meningkatkan daya saing perekonomian nasional. Di tengah meningkatnya ketidakpastian global, transformasi sektor logistik menjadi semakin krusial.

Kemenko Perekonomian juga menyatakan dukungannya terhadap penyelenggaraan Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia Conference and Exhibition (ALFI CONVEX) 2026 sebagai momentum strategis untuk memperkuat kolaborasi antara Pemerintah dan pelaku usaha. Forum ini diharapkan tidak hanya menjadi ruang diskusi, tetapi juga mampu mendorong lahirnya solusi konkret dan inovasi dalam penguatan ekosistem logistik nasional.

Selain itu, Kemenko Perekonomian menegaskan perannya dalam mengoordinasikan kebijakan lintas sektor, mengingat logistik melibatkan banyak pemangku kepentingan. Sinergi yang solid antar kementerian, lembaga, dan pelaku usaha menjadi kunci dalam mewujudkan sistem logistik yang lebih efisien dan terintegrasi.

Baca Juga: Kemenhub Dorong Transformasi Digital, Pengawasan Kendaraan ODOL Lebih Efektif dan Transparan

Baca Juga: Presiden Prabowo dan Presiden Putin Perkuat Kerja Sama Energi, Antariksa, hingga Pendidikan

ALFI CONVEX 2026 yang mengusung tema “Indonesia in Motion: Empowering a Resilient Logistics Ecosystem” dijadwalkan berlangsung pada 28–30 Oktober 2026 di JIExpo Kemayoran, Jakarta. Kegiatan ini akan menghadirkan pelaku industri dan pemangku kepentingan untuk membahas berbagai isu strategis, antara lain konektivitas multimoda, digitalisasi logistik, efisiensi rantai pasok, serta penguatan ketahanan sektor logistik nasional.

Melalui dukungan terhadap penyelenggaraan forum tersebut, Kemenko Perekonomian berharap terciptanya ekosistem logistik nasional yang semakin efisien, terintegrasi, dan adaptif, sehingga dapat memberikan kontribusi optimal terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia yang berkelanjutan.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kinerja Ekspor China Melambat Tajam, Tertekan Perang di Iran
• 18 jam lalukumparan.com
thumb
KPK Analisis Putusan Hakim yang Sebut Bukti Dicari Usai Sekjen DPR Tersangka
• 9 jam laludetik.com
thumb
TPS dan perebutan ruang kota
• 21 jam laluantaranews.com
thumb
Bulog Pastikan Tidak Ada Kenaikan Harga Beras Imbas Kenaikan Harga Kemasan Plastik
• 18 jam lalutvrinews.com
thumb
Prabowo Bertemu Putin di Moskow Bahas Energi dan Kemitraan Strategis di Tengah Geopolitik Global
• 14 jam lalupantau.com
Berhasil disimpan.