Ribuan warga Jepang turun ke jalan di Kota Fujisawa, Prefektur Kanagawa Prefecture, pada Minggu (12/4). Mereka memprotes rencana pembangunan masjid besar pertama di wilayah tersebut.
Protes yang digelar warga Jepang itu ramai diperbincangkan. Aksi demo penolakan masjid itu sendiri dimotori aktivis partai di Jepang, Kawai Yusuke.
Para pendemo menyampaikan sejumlah alasan menolak kehadiran masjid, mulai dari kekhawatiran potensi kemacetan lalu lintas, kebisingan dari panggilan azan, kemungkinan meningkatnya permintaan makanan halal, hingga perbedaan tradisi pemakaman dengan kebiasaan kremasi yang umum dilakukan di Jepang.
Belum lagi kata mereka, masjid itu berada di sebelah Kuil Shinto bersejarah yang sudah berusia ratusan tahun.
Seperti dikutip dari akun Instagram resmi @japandaily_jp, masjid dua lantai seluas 1.000 meter persegi tersebut dijadwalkan mulai beroperasi pada 2027 atau 2028, setelah sebelumnya telah memperoleh persetujuan pemerintah kota.
Di sisi lain, aksi tandingan juga digelar oleh kelompok yang mendukung pembangunan masjid. Mereka menilai penolakan tersebut mengandung unsur diskriminasi terhadap komunitas Muslim.
Ketegangan sempat terjadi antara dua kelompok dan menyebabkan insiden kecil, sehingga aparat kepolisian dikerahkan dalam jumlah besar untuk mengamankan situasi.
Peristiwa ini mencerminkan meningkatnya perdebatan sosial di Jepang seiring bertambahnya populasi Muslim yang kini diperkirakan mencapai sekitar 420 ribu jiwa.
Pertumbuhan jumlah penduduk Muslim juga mendorong pembangunan lebih banyak masjid di berbagai wilayah Jepang. Pihak berwenang disebut terus memantau perkembangan situasi di Fujisawa.





