Hotel Fitra (FITT) Akan Banting Setir ke Sektor Usaha Pertambangan

bisnis.com
17 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA – PT Hotel Fitra International Tbk. (FITT) berencana mengalihkan fokus bisnis dari sektor perhotelan dan pariwisata ke sektor pertambangan pasca diakuisisi oleh pengendali baru PT Jinlong Resources Investment.

Direktur Utama FITT Joni Rizal mengatakan bahwa sehubungan dengan telah terjadinya perubahan pengendali pada akhir 2025, perseroan berencana tidak akan lagi melanjutkan kegiatan usaha sebelumnya yang berdasarkan evaluasi manajemen dinilai belum menunjukkan kinerja yang optimal, memiliki skala usaha terbatas, serta belum memberikan sinergi yang memadai. 

"Dalam jangka waktu tiga hingga lima tahun ke depan, perseroan merencanakan pengembangan usaha pada sektor sumber daya pertambangan, jasa pertambangan, dan perdagangan produk tambang. Pengembangan usaha ini diharapkan dapat memberikan kontribusi positif terhadap kinerja keuangan perseroan di masa mendatang," ujarnya dalam public expose insidentil, Selasa (14/4/2026).

Pada kesempatan ini Joni belum membeberkan komoditas pertambangan apa yang akan disasar perseroan.

Baca Juga : Jinlong Resources Resmi Akuisisi 48,07% Saham Hotel Fitra (FITT)

Adapun, berdasarkan laporan keuangan terbaru yang dirilis perseroan, dalam periode Januari-September 2025 FITT membukukan rugi tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk atau rugi bersih sebesar Rp5,66 miliar.

Rugi bersih ini mengecil dibanding rugi bersih periode yang sama 2024 sebesar Rp6,95 miliar. Di sisi top line, perseroan juga mencatat koreksi pendapatan dari Rp9.89 miliar menjadi Rp6,36 miliar.

Dalam Januari-September 2025, FITT memiliki jumlah liabilitas sebesar Rp26,74 miliar naik dari Rp24,79 miliar dalam periode yang sama 2024. Di sisi lain, jumlah ekuitas perseroan mengecil menjadi Rp71,88 miliar dari posisinya tahun lalu di Rp77,54 miliar. Total aset perseroan sebesar Rp98,63 miliar, turun dibanding Rp102,33 miliar dalam periode yang sama 2024. 

Joni melanjutkan, sinergi usaha pertambangan yang dikembangkan FITT dalam jangka panjang akan meningkatkan operasional perseroan dan diharapkan bisa memperbaiki kinerja keuangan yang sekarang masih rugi.

Menurutnya, pengendali saham baru memiliki kapasitas dan pengalaman dalam operasional pengembangan sumber daya pertambangan dan proyek pertambangan, sehingga diharapkan dapat memberikan kontribusi positif terhadap kinerja perseroan ke depan.

"Setiap segmen usaha akan saling mendukung dari sisi sumber daya dan pelanggan yang tidak dikembangkan secara terpisah sehingga dapat meningkatkan efisiensi operasional secara keseluruhan dan mengurangi ketergantungan pada satu lini usaha tertentu," tandasnya.

Pada kesempatan ini, Joni juga menyampaikan bahwa perseroan telah membatalkan rencana RUPSLB permohonan persetujuan pemegang saham atas rencana divestasi saham dua anak usahanya, yaitu PT Bumi Majalengka Permai (BMP) dan PT Fitra Amanah Wisata (FAW), serta memutuskan untuk tidak melanjutkan transaksi akuisisi perusahaan pelayaran PT Poseidon Shipping Indonesia (PSI).

Sebagai gantinya, FITT saat ini bersama dengan pemegang saham pengendali sedang melakukan evaluasi dan penjajakan terhadap calon perusahaan target akuisisi yang dinilai dapat memberikan kontribusi positif terhadap kinerja keuangan dan going concern perseroan.

"Apabila di kemudian hari perseroan memutuskan untuk melanjutkan rencana transaksi tersebut, maka perseroan akan terlebih dahulu menyampaikan keterbukaan informasi kepada publik, dengan memperhatikan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku," pungkasnya.

Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Jubir KPK Tak Masalah Dilaporkan ke Polda Metro Jaya
• 5 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Rilis Single Terbaru, Dee Lestari Merangkai Dinamika Cinta Melalui “Kabarku”
• 6 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Iran: Kerugian Akibat Serangan AS-Israel Tembus Rp4,6 Kuadriliun
• 13 jam lalucelebesmedia.id
thumb
Kisah Penyandang ADHD di Papua, Stigma hingga Kendala Diagnosis
• 19 jam lalukompas.id
thumb
Harga Emas Bergejolak Hebat, Ternyata Ini Penyebab Utamanya
• 23 jam lalucnbcindonesia.com
Berhasil disimpan.