VIVA – Wacana baru muncul jelang Piala Dunia 2026. FIFA dikabarkan tengah mempertimbangkan skenario play-off tambahan yang bisa mengubah peta persaingan—bahkan membuka peluang bagi tim-tim yang sudah tersingkir.
Kabar ini pertama kali diungkap jurnalis ESPN, Luiz Carlos Largo. Dalam laporannya, FIFA disebut siap menyiapkan jalur ekstra yang melibatkan tim dari Eropa dan Asia. Skenario ini muncul sebagai langkah antisipasi jika Timnas Iran batal tampil di putaran final.
Status Iran memang masih abu-abu. Meski sudah mengamankan tiket ke Piala Dunia, tim berjuluk Team Melli itu menolak bermain di Amerika Serikat dan meminta seluruh laga dipindahkan ke Meksiko atau Kanada.
Situasi geopolitik yang memanas jadi akar masalah. Pemerintah Iran melalui Menteri Olahraga, Ahmad Donyamali, bahkan sudah mengajukan permohonan resmi ke FIFA. Namun hingga kini, belum ada keputusan final.
“FIFA sedang mempertimbangkan untuk menggelar babak playoff tambahan yang melibatkan dua tim dari Eropa dan dua tim dari Asia, jika Tim Nasional Sepak Bola Iran tidak ikut serta dalam turnamen tersebut,” tulis Luiz Carlos Largo.
Jika play-off tambahan benar-benar digelar, peluang emas bisa terbuka untuk Timnas Italia. Italia saat ini berada dalam situasi pahit. Juara dunia 2006 itu kembali gagal lolos ke Piala Dunia melanjutkan tren buruk setelah absen di edisi 2018 dan 2022.
Namun lewat jalur “darurat” ini, Gli Azzurri berpotensi mendapat satu kesempatan terakhir.
“Tim Nasional Sepak Bola Italia masih berpeluang mendapatkan satu kesempatan terakhir untuk tampil di Piala Dunia FIFA 2026,” tulis Largo.
Siapa dari Asia?
Dari zona Asia, beberapa nama mulai mencuat. Timnas Uni Emirat Arab disebut jadi kandidat kuat karena melaju cukup jauh di kualifikasi meski gagal lolos langsung.
Satu slot lain kemungkinan diperebutkan Timnas Indonesia dan Timnas Oman—dua tim yang mencapai putaran keempat kualifikasi.
Namun secara perolehan poin, Oman sedikit lebih unggul dibanding Indonesia dalam fase tersebut.
Segala kemungkinan masih terbuka. FIFA disebut masih menunggu perkembangan hingga akhir April 2026 sebelum mengambil keputusan final.





