REPUBLIKA.CO.ID, TEHERAN -- Iran menuntut kompensasi dari lima negara Arab yang mereka tuduh memberikan fasilitas wilayah darat dan udara bagi Amerika Serikat (AS) dalam melancarkan agresi. Tuntutan itu disampaikan dalam sebuah surat untuk Sekretaris Jenderal PBB António Guterres dan Presiden Dewan Keamanan PBB Jamal Fares Alrowaiei.
Duta Besar Iran untuk PBB Amir-Saeid Iravani menolak tuntutan sebelumnya dari Bahrain, Arab Saudi, Qatar, Uni Emirat Arab, dan Yordania dengan menegaskan bahwa dalam situasi saat ini, kelima negara Arab itu tidak bisa menerapkan Pasal 51 dari Piagam PBB terhadap Iran lantaran mereka juga ikut memfasilitasi serangan AS-Israel. Alih-alih, Teheran menegaskan bahwa mereka adalah "korban dari agresi" dan mencoba menerapkan hak melekat untuk membela diri.
Baca Juga
Menhan China Ingatkan AS yang Juga Blokade Selat Hormuz: Jangan Ikut Campur
Kapal China 'Bobol' Blokade AS di Selat Hormuz
Iran Tolak Keinginan AS untuk Ikut Kontrol Selat Hormuz
Surat dari Iran itu lebih jauh menyatakan bahwa dalam beberapa kasus, serangan bersenjata tak berdasar yang menargetkan warga dan infrastruktur sipil di Iran dilancarkan dari wilayah lima negara itu. Utusan Iran di PBB menuntut lima negara Arab untuk segera menghentikan tindakan salah dengan memperbolehkan wilayah mereka digunakan oleh AS dan Israel.
Iravani menegaskan, lima negara Arab harus membayar penuh biaya reparasi kepada Republik Islam Iran. Termasuk, kompensasi untuk semua kerusakan materi dan moral yang diakibatkan oleh tindakan bersalah mereka secara internasional.
.rec-desc {padding: 7px !important;}
View this post on Instagram
A post shared by Republika Online (@republikaonline)