PT Transkon Jaya Tbk (TRJA) berencana memperluas lini bisnisnya dengan menambah kegiatan usaha di sektor transportasi. Langkah ini akan dimintakan persetujuan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang dijadwalkan pada 20 Mei 2026.
Adapun penambahan kegiatan usaha tersebut mencakup Angkutan Darat Lainnya untuk Penumpang (KBLI 49429), Angkutan Bus Tidak Dalam Trayek Lainnya (KBLI 49229), serta Angkutan Sewa (KBLI 49422) yang akan menjadi kegiatan usaha penunjang Perseroan.
Selama ini, TRJA sebenarnya telah menjalankan operasional yang sejalan dengan sektor tersebut. Perseroan diketahui mengoperasikan armada kendaraan untuk layanan angkutan karyawan dan antar-jemput bagi klien di sektor pertambangan, minyak dan gas, konstruksi, hingga perkebunan. Namun, aktivitas tersebut belum sepenuhnya didukung oleh landasan perizinan KBLI yang sesuai.
"Penambahan tiga kode KBLI baru bertujuan menyelaraskan dasar hukum usaha dengan aktivitas nyata di lapangan, sehingga seluruh layanan yang telah berjalan memiliki fondasi perizinan yang sah, lengkap, dan dapat dipertanggungjawabkan secara hukum," kata manajemen.
Lebih lanjut, peluang ekspansi ini juga didorong oleh meningkatnya permintaan transportasi di kawasan industri, khususnya di Kalimantan Timur. Pengembangan wilayah, termasuk pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN), dinilai menciptakan kebutuhan besar terhadap layanan angkutan karyawan, shuttle bus, hingga transportasi pemukiman.
Dengan penambahan KBLI ini, Perseroan diharapkan mampu merespons kebutuhan pasar secara lebih optimal, legal, dan terstruktur. Hal ini sekaligus membuka potensi pertumbuhan bisnis yang lebih luas di tengah ekspansi sektor industri dan infrastruktur nasional.
Baca Juga: Penjualan Melandai, Astra Tetap Kuasai 79% Pangsa Pasar Mobil LCGC
Baca Juga: Mobil Listrik China Menyumbang Seperlima dari Total Penjualan Nasional
"Perseroan telah memiliki tenaga kerja dan ahli yang telah berpengalaman melaksanakan kegiatan usahanya, termasuk perubahan bidang usaha angkutan penumpang dan sewa kendaraan berikut operator (pengendaranya)," tambah manajemen.





