IGRS Diduga Mengalami Kebocoran Data, Footage Sejumlah Game yang Belum Rilis Beredar di Internet

suarasurabaya.net
17 jam lalu
Cover Berita

Indonesia Game Rating System (IGRS) kembali menjadi sorotan publik setelah diduga menjadi sumber kebocoran data berupa footage dan gameplay sejumlah game yang belum dirilis ke pasar.

Berdasarkan laporan Video Games Chronicle (VGC), kebocoran tersebut salah satunya menampilkan footage dan gameplay dari game 007: First Light berdurasi lebih dari satu jam. Rekaman yang beredar di internet itu bahkan disebut menampilkan ending dari game yang belum resmi dirilis.

Selain itu, laporan yang sama juga menyebut adanya kebocoran gameplay dari game Echoes of Aincrad buatan Bandai Namco, yang memperlihatkan sejumlah poin penting dari alur cerita game tersebut.

Tidak hanya dua judul tersebut, game Assassin’s Creed: Black Flag Resynced milik Ubisoft serta Castlevania: Belmont Curse dari Konami juga dilaporkan mengalami kebocoran data. Namun hingga kini, belum ada footage yang beredar luas di internet terkait dua game tersebut.

Selain konten game yang belum dirilis, kebocoran juga disebut mencakup data alamat email para developer game yang terlibat dalam proses pengajuan rating di Indonesia Game Rating System.

Kondisi ini tentu menimbulkan kekecewaan bagi IO Interactive, selaku pengembang game 007: First Light. Karena, sebagian alur cerita dari game James Bond tersebut telah beredar di internet lebih dari enam minggu sebelum jadwal rilis resminya pada 26 Mei 2026.

Menanggapi situasi tersebut, Nic McConnell, manajer Age Rating di Riot Games, membagikan pandangannya melalui sebuah utas di platform Bluesky. Ia menilai tim IGRS kemungkinan menghadapi keterbatasan sumber daya dalam menjalankan tugasnya.

“Saya juga ingin menambahkan, tim di IGRS menurut saya jumlahnya sedikit dan dibebani tugas yang sangat berat tanpa sumber daya yang memadai. Saya sempat bertemu dengan mereka setelah terus-menerus menghubungi mereka di Instagram selama berbulan-bulan tahun lalu, dan kesan saya adalah mereka adalah sekelompok orang baik yang sedang berusaha sebaik mungkin. Namun, seperti halnya ClassIn di Brasil, mereka harus berhadapan dengan waktu yang sangat terbatas,” tulisnya.

Hingga kini, pihak Indonesia Game Rating System belum memberikan pernyataan resmi terkait dugaan kebocoran data tersebut. Kasus ini kembali memunculkan perhatian terhadap pentingnya keamanan data dalam proses pengajuan rating game, terutama ketika konten yang diserahkan masih bersifat rahasia dan belum dipublikasikan ke masyarakat. (rzl/ris/ham)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pemkab Lebak terbitkan Perda Diniyah dukung PP Tunas
• 11 jam laluantaranews.com
thumb
Prabowo Bertemu Putin Selama 5 Jam, Seskab: Sepakati Kerja Sama Energi hingga Industri
• 21 jam lalukompas.tv
thumb
Terungkap, Alasan KDM Dorong Gen Z untuk Memiliki Rumah Sebelum Menikah: Pesta Jadi Raja Cuma Semalam
• 4 jam lalutvonenews.com
thumb
OJK Rilis Roadmap Pasar Derivatif dan Pasar Modal Berkelanjutan 2026-2030
• 13 jam lalubisnis.com
thumb
AS dan Iran Pertimbangkan Gelar Putaran Kedua Negosiasi Pekan Ini
• 15 jam laluidxchannel.com
Berhasil disimpan.