El Nino Diproyeksi Untungkan Sektor Perikanan Sulsel

bisnis.com
15 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, MAKASSAR - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memproyeksikan fenomena El Nino yang diprediksi akan melanda Sulawesi Selatan (Sulsel) mulai Mei 2026 bakal membawa dampak positif bagi sejumlah sektor komoditas, terutama perikanan.

Kepala Stasiun Klimatologi Sulawesi Selatan Ayi Sudrajat menjelaskan bahwa meskipun El Nino identik dengan kekeringan, fenomena ini menawarkan peluang bagi peningkatan produktivitas nelayan dan petambak garam di wilayah tersebut.

Penguapan air laut yang lebih cepat dan efisien diyakini mampu meningkatkan volume serta kualitas kristal garam. Kondisi ini diharapkan mampu dijadikan peluang oleh para petambak yang umumnya tersebar di Kabupaten Jeneponto dan beberapa daerah lainnya.

Bahkan dengan masa El Nino yang diproyeksi akan berlangsung hingga akhir tahun, para petambak berpeluang melakukan diversifikasi ke produk garam premium.

Selain itu, BMKG juga mengimbau para pelaku sektor perikanan untuk memanfaatkan dinamika laut selama musim kering. Fenomena upwelling atau naiknya massa air laut dingin yang kaya nutrisi ke permukaan diprediksi akan menarik migrasi ikan ke area yang kaya plankton.

Saat El Nino, memungkinkan pemanfaatan Zona Potensial Penangkapan Ikan (ZPPI) untuk meningkatkan efisiensi operasional nelayan.

Baca Juga

  • Sulsel Antisipasi Perkembangan El Nino Mulai Mei, Berikut Daerah Rawan Kekeringan dan Antisipasinya
  • Penyelundupan Obat Ilegal di Makassar Terungkap, BBPOM Sita 96.000 Butir Senilai Rp192 Juta
  • Pembangunan PSEL Makassar Segera Dimulai, Investasi Capai Rp3 Triliun

Oleh sebab itu disarankan pula melakukan kolaborasi dengan Stasiun Meteorologi Maritim (STAMAR) untuk diseminasi data cuaca laut dan peta ZPPI secara harian.

"Dampak positif El Nino, untuk petani garam bisa meningkatkan produksinya, sementara untuk nelayan bisa mendapatkan tangkapan ikan yang lebih banyak," ujar Ayi Sudrajat kepada Bisnis, Selasa (14/4/2026).

Selain sektor kelautan, tanaman hortikultura juga berpotensi mendapatkan keuntungan dari sisi kualitas hasil panen. Ayi menyebutkan bahwa minimnya curah hujan membantu pengendalian hama dan penyakit tanaman.

"Kualitas buah dan sayur diprediksi akan lebih tinggi, rasa lebih manis, dan warna lebih cerah. Namun, petani harus menerapkan irigasi tetes yang efektif dan optimalisasi pemupukan," ucapnya.

Diberitakan sebelumnya, BMKG memperkirakan fenomena El Nino akan mulai menyelimuti Sulsel pada Mei 2026 dan diperkirakan bertahan hingga pengujung tahun.

Fenomena El Nino dengan intensitas lemah kemungkinan akan mulai terjadi pada periode Mei-Juli 2026. Intensitasnya diprediksi meningkat ke kategori moderat pada Juli-September 2026, sebelum kembali ke kategori lemah hingga akhir tahun 2026.

Transisi menuju El Nino ini membawa konsekuensi langsung pada penurunan curah hujan. BMKG memperkirakan volume hujan akan berangsur masuk ke kategori rendah atau bawah normal mulai Mei mendatang.

Selain suhu udara yang diproyeksikan lebih menyengat, masyarakat diminta mewaspadai puncak musim kemarau yang jatuh pada Agustus hingga September 2026.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Massa Geruduk Mabes Polri, Desak Saiful Mujani dan Islah Bahrawi Diproses Hukum atas Dugaan Makar
• 18 jam laludisway.id
thumb
Link Live Streaming Liverpool vs PSG di Liga Champions, Kick-off Jam 02.00 WIB
• 13 jam lalukompas.tv
thumb
Bertukar Cendera Mata, Prabowo Hadiahi Putin Miniatur Candi Borobudur
• 18 jam lalurctiplus.com
thumb
Seskab Teddy Indra Wijaya Ungkap Hasil Pertemuan 5 Jam Presiden Prabowo dan Putin di Moskow
• 8 jam lalujpnn.com
thumb
Survei Cyrus: 73,8 Persen Masyarakat Puas dengan Penanganan Bencana Sumatra, Tapi Perlu Ditingkatkan
• 12 jam laluliputan6.com
Berhasil disimpan.