Seskab Teddy Indra Wijaya Ungkap Hasil Pertemuan 5 Jam Presiden Prabowo dan Putin di Moskow

jpnn.com
8 jam lalu
Cover Berita

jabar.jpnn.com, JAKARTA - Pertemuan antara Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Rusia Vladimir Putin di Moskow, Rusia, pada Senin (13/4/2026), menghasilkan sejumlah kesepakatan strategis di berbagai sektor.

Pertemuan yang berlangsung selama sekitar lima jam tersebut menitikberatkan pada penguatan kerja sama bilateral, khususnya di bidang energi dan investasi.

BACA JUGA: Komentar Saan Mustopa Soal Kabar Penggabungan Partai NasDem dengan Gerindra

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menyampaikan bahwa kedua negara sepakat memperkuat kerja sama jangka panjang di sektor energi dan sumber daya mineral, termasuk ketahanan energi minyak dan gas serta pengembangan hilirisasi.

“Disepakati beberapa poin, antara lain kerja sama di sektor energi jangka panjang, termasuk ketahanan energi migas dan hilirisasi,” ujar Teddy dalam keterangan resmi di Jakarta, Selasa (14/4).

BACA JUGA: Presiden Prabowo Tiba di Moskow, Perkuat Kerja Sama Strategis Indonesia–Rusia

Selain sektor energi, kedua negara juga berkomitmen untuk memperluas kerja sama di bidang pendidikan, riset teknologi, pertanian, serta investasi di berbagai sektor, terutama pembangunan industri di Indonesia.

Pertemuan yang berlangsung di Istana Kremlin tersebut diawali dengan pertemuan bilateral selama dua jam, kemudian dilanjutkan dengan pertemuan empat mata antara kedua pemimpin.

BACA JUGA: Pengawalan Udara Presiden Prabowo oleh F-16 dan T-50 Jadi Sorotan di HUT TNI AU ke-80

Dalam pertemuan bilateral, Presiden Prabowo didampingi oleh Menteri Luar Negeri Sugiono, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia, serta Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.

Teddy menilai Rusia memiliki posisi strategis dalam percaturan global, sehingga kemitraan dengan Indonesia menjadi semakin penting.

Ia menyebut Rusia sebagai salah satu negara dengan kekuatan besar di dunia, termasuk sebagai pemegang hak veto di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan pendiri kelompok ekonomi BRICS.

“Rusia merupakan salah satu kekuatan besar dunia dengan sumber daya alam yang sangat besar, sehingga menjadi mitra penting bagi Indonesia dalam mendorong pembangunan jangka panjang,” ujarnya.

Lebih lanjut, Teddy mengungkapkan bahwa intensitas hubungan bilateral antara Indonesia dan Rusia semakin meningkat dalam satu tahun terakhir.

Ia mencatat bahwa Presiden Prabowo dan Presiden Putin telah bertemu sebanyak lima kali dalam berbagai kesempatan, termasuk pertemuan terakhir pada Desember lalu di Moskow.

Pertemuan ini diharapkan dapat memperkuat hubungan strategis kedua negara serta membuka peluang kerja sama yang lebih luas dalam mendukung pembangunan ekonomi nasional Indonesia. (antara/jpnn)


Redaktur & Reporter : Yogi Faisal (mar7)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Di Lamongan Abang Becak Ditarik Rp 100 Ribu, Becak Listrik Bantuan Presiden Minim Digunakan 
• 14 jam lalurealita.co
thumb
Daerah Bisa Dapat Rp140 M dari Bank Dunia untuk Kelola Sampah, Apa Syaratnya?
• 7 jam lalukatadata.co.id
thumb
Dirut Bulog Sebut Pengguna Minyak Curah Beralih ke MinyaKita Imbas Plastik Mahal
• 15 jam lalukumparan.com
thumb
Unggah Gambar AI Menyerupai Yesus, Trump Akhirnya Hapus Postingan
• 19 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Ratusan Kader Nasdem Geruduk kantor TEMPO, Protes Karikatur Surya Paloh!
• 15 jam laludisway.id
Berhasil disimpan.