Penulis: Ama Boro Huko
TVRINews, Nusa Tenggara Timur
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Maritim Tenau Kupang merilis informasi terkini terkait tinggi gelombang laut di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) yang berpotensi meningkat dalam beberapa hari ke depan.
Berdasarkan analisis prakirawan BMKG yang disampaikan pada Selasa, 14 April 2026, pola angin di wilayah NTT umumnya bergerak dari timur laut hingga tenggara dengan kecepatan berkisar antara 4 hingga 18 knot.
BMKG mencatat kecepatan angin tertinggi terpantau di sejumlah wilayah perairan, seperti Selat Sumba, Laut Sawu, perairan selatan Sumba, perairan Sabu–Raijua, perairan utara Kupang–Rote, Selat Pukuafu, hingga perairan selatan Timor–Rote. Kondisi ini berpotensi meningkatkan tinggi gelombang laut di kawasan tersebut.
Selain faktor angin, BMKG juga mengingatkan adanya potensi kemunculan awan Cumulonimbus yang dapat memicu peningkatan tinggi gelombang secara signifikan, disertai perubahan arah dan kecepatan angin yang terjadi secara tiba-tiba.
Dalam peringatan dini yang dikeluarkan, BMKG memprakirakan gelombang kategori sedang dengan ketinggian antara 1,25 hingga 2,5 meter akan terjadi di perairan NTT pada 15 hingga 16 April 2026 mulai pukul 08.00 WITA.
Wilayah yang berpotensi terdampak meliputi Selat Sumba bagian barat, Laut Sawu, perairan selatan Sumba, perairan Sabu Raijua, serta perairan selatan Kupang–Rote.
Sementara itu, pada periode 16 hingga 17 April 2026, potensi gelombang tinggi masih berlanjut di Selat Sumba bagian barat, Laut Sawu, perairan selatan Sumba, dan perairan Sabu Raijua. Kondisi serupa juga diprakirakan terjadi pada 17 hingga 18 April 2026 di wilayah yang sama.
BMKG mengimbau masyarakat, khususnya nelayan dan pelaku aktivitas pelayaran, untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi gelombang tinggi dan perubahan cuaca yang dapat terjadi sewaktu-waktu.
Editor: Redaksi TVRINews





