Masa Jeda Gencatan Senjata, PKT Disebut Kirim Bantuan ke Iran, Trump Beri Peringatan Keras

erabaru.net
16 jam lalu
Cover Berita

EtIndonesia. Baru-baru ini, sejumlah sumber mengungkapkan kepada CNN bahwa intelijen AS menunjukkan Partai Komunis Tiongkok (PKT)  sedang mempersiapkan pengiriman sistem pertahanan udara baru ke Iran dalam beberapa minggu ke depan. Presiden AS Donald Trump memperingatkan bahwa jika PKT benar-benar mengirim senjata ke Iran, mereka akan menghadapi “masalah besar”.

Menurut laporan CNN, intelijen tersebut menunjukkan bahwa Iran mungkin memanfaatkan masa jeda gencatan senjata untuk mencari bantuan dari mitra luar negeri guna mengisi kembali sistem persenjataannya. 

Tiga sumber menyebutkan bahwa pihak PKT berencana mengirimkan perlengkapan militer itu melalui negara ketiga untuk menyamarkan asal-usulnya. Peralatan tersebut diduga berupa sistem rudal pertahanan udara portabel (MANPADS).

Seorang jurnalis bertanya:  “(Laporan menyebut) Tiongkok bersiap mengirim senjata ke Iran.”

Trump menjawab:  “Jika Tiongkok melakukan itu, mereka pasti akan mendapat masalah besar.”

Para analis menilai bahwa PKT kemungkinan akan menggunakan cara yang sangat tersembunyi atau melalui pihak ketiga untuk mengirimkan persenjataan ke Iran, guna menghindari pengawasan Amerika Serikat.

Pembawa acara program “Mark Space” dan “Current Affairs Spring and Autumn”, Mark, mengatakan:  “Bahkan jika PKT hanya memberikan komponen, kemampuan Iran untuk merakit dan memproduksi rudal baru sudah sangat terbatas. Jadi kemungkinan besar, cara yang digunakan PKT adalah menyelundupkan sistem pertahanan udara yang sudah jadi ke Iran.”

Ia menambahkan:  “Sistem pertahanan udara yang canggih atau berukuran besar sulit diselundupkan karena ukurannya besar dan memerlukan kendaraan khusus. Namun, rudal pertahanan udara portabel ini relatif kecil dan bisa dibongkar. PKT mungkin menjualnya ke pihak ketiga, lalu pihak tersebut yang mengirimkannya ke Iran, untuk menghindari bukti langsung oleh Amerika.”

Kedutaan Besar PKT di Washington dengan tegas membantah tuduhan tersebut dan menyatakan bahwa Beijing tidak pernah memasok senjata kepada pihak manapun dalam konflik.

Sebelumnya, sehari setelah tercapainya kesepakatan gencatan senjata antara AS dan Iran, Trump telah memperingatkan bahwa “negara mana pun yang memberikan senjata militer kepada Iran akan dikenai tarif tambahan sebesar 50% untuk semua barang yang diekspor ke Amerika Serikat, berlaku segera tanpa pengecualian.”

Mark juga mengatakan:  “Jika tarif 50% benar-benar diberlakukan terhadap Tiongkok, dampaknya terhadap ekonomi mereka akan sangat besar. Saat ini ekonomi Tiongkok sudah dalam kondisi sulit, dan jika ekspor ke AS kembali terpukul, itu akan menjadi kerugian besar.”

Trump dijadwalkan akan mengunjungi Tiongkok bulan depan dan bertemu dengan pemimpin PKT. Namun hingga kini, ia belum mengungkap secara rinci apa yang dimaksud dengan “masalah besar” tersebut, maupun apakah ia akan membatalkan kunjungannya jika pengiriman senjata benar terjadi. Jika tarif tambahan benar diterapkan, hal itu berpotensi merusak kesepakatan gencatan perdagangan antara AS dan Tiongkok.

Laporan oleh jurnalis NTD, Wang Ziyi di Amerika Serikat.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
BUMN Harus Siap dengan KUHP dan KUHAP Baru
• 5 jam lalutvonenews.com
thumb
Harga Minyak Turun, Rupiah Berpeluang Menguat Hari Ini
• 22 jam lalukatadata.co.id
thumb
Nasib Elkan Baggott Makin Suram, Bek Timnas Indonesia Kembali Didepak dari Skuad Ipswich Town
• 22 menit lalutvonenews.com
thumb
Semakin Akrab dengan Robot Humanoid
• 32 menit lalukompas.id
thumb
Pertamina nyatakan mampu olah minyak mentah dari Rusia
• 12 jam laluantaranews.com
Berhasil disimpan.