Pertamina nyatakan mampu olah minyak mentah dari Rusia

antaranews.com
11 jam lalu
Cover Berita
Jakarta (ANTARA) - Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga Roberth MV Dumatubun menyampaikan, kilang yang dimiliki Pertamina mampu mengolah minyak mentah atau crude yang berasal dari Rusia.



“Untuk crude dari Rusia, Refinery Unit/kilang yang dimiliki Pertamina mampu dan dapat mengolahnya untuk menjadi produk olahan dari crude tersebut,” ujar Roberth kepada ANTARA yang dihubungi dari Jakarta, Selasa.

Pernyataan tersebut terkait dengan pemerintah yang berencana untuk membeli minyak mentah dari Rusia.

Roberth menyampaikan, Pertamina pastinya mengikuti arahan dan kebijakan pemerintah terkait perdagangan minyak mentah, termasuk mengimpor dari Rusia.

Baca juga: Pertamina Patra Niaga: Kilang minyak beroperasi dalam posisi maksimal

“Pertamina tentunya akan mendukung dan turut berperan dalam penyediaan energi di dalam negeri dan pendistribusiannya mulai dari pengolahan hingga menjadi produk,” kata Roberth.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia melakukan negosiasi pembelian minyak mentah dan LPG dari Rusia dalam pertemuannya dengan Menteri Energi Rusia Sergey Tsivilev di Rusia, Selasa.

Berdasarkan keterangan resminya yang dikonfirmasi ANTARA dari Jakarta, Selasa, kerja sama antara Indonesia dengan Rusia mencakup pengembangan kilang minyak, penguatan perdagangan minyak, serta peningkatan pemanfaatan teknologi energi.

“Alhamdulillah apa yang sudah menjadi kesepakatan itu, kita mendapatkan hasil yang cukup baik di mana kita bisa mendapatkan cadangan crude (minyak mentah) kita untuk kita nambah. Di samping itu juga kita akan bisa mendapatkan LPG,” ujar Bahlil.

Baca juga: Menko Polkam tinjau kilang di Balikpapan pastikan ketersediaan BBM

Gejolak pasar energi global yang masih mengalami tekanan turut memberi dampak pada stabilitas pasokan energi di banyak negara, termasuk Indonesia.

Untuk menjaga ketahanan pasokan energi nasional, pemerintah terus mencari langkah-langkah strategis, salah satunya melalui penjajakan kerja sama dengan Rusia sebagai salah satu negara produsen energi dunia.

Baca juga: SIG pasok 115 ribu ton semen ke proyek kilang terbesar RDMP Balikpapan


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Blokade Selat Hormuz, Amerika Serikat Remehkan Kapal Cepat Iran: Bukan Ancaman
• 19 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Trump Balas Kritik PM Italia Usai Ogah Gabung Perang Lawan Iran
• 9 jam laludetik.com
thumb
Mendagri Tito Bahas Persiapan Program Perumahan di Wilayah Perbatasan
• 13 jam lalukompas.com
thumb
Simak Potret Aktor Lee Kwang Soo Jadi Villain di Drakor Baru Gold Land
• 1 jam lalubeautynesia.id
thumb
Konflik Geopolitik Belum Reda, IEA Pangkas Proyeksi Permintaan Minyak Dunia
• 12 jam laluidxchannel.com
Berhasil disimpan.