Jakarta (ANTARA) - PT Pertamina Patra Niaga memastikan pasokan LPG di Pulau Sumbawa Nusa Tenggara Barat tetap aman setelah kapal LPG Gas Camellia bersandar di pusat distribusi dan penyimpanan LPG Integrated Terminal Bima pada Senin (13/4).
"Pertamina Patra Niaga terus berkomitmen menjaga ketersediaan energi bagi masyarakat," tulis takarir akun Instagram Integrated Terminal Bima, yang dikutip dari siaran Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI di Jakarta, Selasa.
Kehadiran kapal tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga kelancaran distribusi LPG untuk memenuhi kebutuhan energi masyarakat di wilayah Pulau Sumbawa.
Integrated Terminal Bima berperan sebagai pusat suplai LPG ke seluruh kota dan kabupaten di Pulau Sumbawa, meliputi Kota Bima, Kabupaten Bima, Kabupaten Dompu, Kabupaten Sumbawa, dan Kabupaten Sumbawa Barat.
Baca juga: Pertamina Patra Niaga: STS Kalbut jadi urat nadi distribusi LPG
Setelah proses sandar, kegiatan bongkar muat segera dilaksanakan guna memastikan distribusi LPG dapat berjalan lancar dan aman tanpa hambatan.
Selanjutnya, LPG akan didistribusikan ke Stasiun Pengisian dan Pengangkutan Bulk Elpiji (SPPBE) serta Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) yang tersebar di seluruh wilayah Pulau Sumbawa.
Pertamina Patra Niaga menyatakan, terus menunjukkan komitmen dalam menyediakan energi hingga ke daerah dengan keterbatasan akses melalui dukungan armada distribusi yang memadai.
Saat ini, distribusi LPG didukung oleh sembilan kapal LPG milik Pertamina serta lebih dari 30 kapal charter yang beroperasi untuk menjangkau berbagai wilayah di Indonesia dengan karakteristik geografis yang beragam.
Baca juga: Pertamina Patra Niaga: Informasi pendaftaran pangkalan LPG berbayar adalah hoaks
Baca juga: Bahlil: Tidak ada kenaikan harga BBM dan LPG subsidi
"Pertamina Patra Niaga terus berkomitmen menjaga ketersediaan energi bagi masyarakat," tulis takarir akun Instagram Integrated Terminal Bima, yang dikutip dari siaran Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI di Jakarta, Selasa.
Kehadiran kapal tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga kelancaran distribusi LPG untuk memenuhi kebutuhan energi masyarakat di wilayah Pulau Sumbawa.
Integrated Terminal Bima berperan sebagai pusat suplai LPG ke seluruh kota dan kabupaten di Pulau Sumbawa, meliputi Kota Bima, Kabupaten Bima, Kabupaten Dompu, Kabupaten Sumbawa, dan Kabupaten Sumbawa Barat.
Baca juga: Pertamina Patra Niaga: STS Kalbut jadi urat nadi distribusi LPG
Setelah proses sandar, kegiatan bongkar muat segera dilaksanakan guna memastikan distribusi LPG dapat berjalan lancar dan aman tanpa hambatan.
Selanjutnya, LPG akan didistribusikan ke Stasiun Pengisian dan Pengangkutan Bulk Elpiji (SPPBE) serta Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) yang tersebar di seluruh wilayah Pulau Sumbawa.
Pertamina Patra Niaga menyatakan, terus menunjukkan komitmen dalam menyediakan energi hingga ke daerah dengan keterbatasan akses melalui dukungan armada distribusi yang memadai.
Saat ini, distribusi LPG didukung oleh sembilan kapal LPG milik Pertamina serta lebih dari 30 kapal charter yang beroperasi untuk menjangkau berbagai wilayah di Indonesia dengan karakteristik geografis yang beragam.
Baca juga: Pertamina Patra Niaga: Informasi pendaftaran pangkalan LPG berbayar adalah hoaks
Baca juga: Bahlil: Tidak ada kenaikan harga BBM dan LPG subsidi





