Liputan6.com, Jakarta - Lembaga survei Cyrus Networks merilis hasil survei nasional terkait opini masyarakat terhadap mudik Lebaran 2026. Hasilnya, sebanyak 84,5 persen publik puas dengan kualitas pelayanan mudik Lebaran 2026 yang diberikan pemerintah.
"Dari hasil temuan, sebanyak 84,5 persen publik merasa puas atau merasa kualitas pelayanan yang diberikan pemerintah sudah cukup baik. Untuk kualitas penanganan balik lebaran ada di 85,2 persen (yang merasa puas)," kata Peneliti Utama Cyrus Network Syahril Ilhami dalam konferensi pers, Selasa (14/4/2026).
Advertisement
Menurut dia, kepuasan publik tersebut dikarenakan lancarnya lalu lintas selama momentum Lebaran 2026. Hal ini salah satunya disebabkan kebijakan rekayasa lalu lintas berupa one way dan contraflow.
Selain itu, publik merasa ketersediaan reat area atau area peristirahatan tercukupi. Selanjutnya, ada kebijakan work from anywhere (WFA) sehingga membuat lalu lintas tak terlalu padat dan dapat terurai.
"Publik nyaman karena ada rekayasa lalin yang membuat lalin menjadi lancar yaitu one way maupun contraflow. Publik merasa ketersediaan rest area tercekupi yang membuat publik merasa puas terhadap kualitas pelayanan," ucap Syahril.
"Ketika arus balik terdapat dua waktu pegawai rabu dan maret, ini menjadi faktor penyebab lancarnya lalu lintas. Ada momen 2 hari masuk kerja membuat jalanan relatif lebih bisa dikontrol, diprediksi sehingga publik merasa penangannya sudah baik," sambung dia.




