Menteri Haji dan Umrah, Mochamad Irfan Yusuf (Gus Irfan), memastikan tidak akan ada penambahan biaya pesawat haji lagi. Kenaikan tetap berada di angka Rp 1,7 triliun.
“Nambah jelas enggak. Nambah tidak. Tapi kita berupaya bernegosiasi tentang angka riil yang harus kita sesuaikan itu,” ucap Gus Irfan di DPR, Selasa (14/4).
Gus Irfan belum memastikan apakah dana tersebut sepenuhnya akan berasal dari APBN atau tidak.
Namun, ia menegaskan tambahan biaya itu tidak akan dibebankan kepada jemaah. “Belum. Tapi yang jelas tidak akan kita bebankan kepada jemaah,” ujarnya.
Politikus Gerindra ini mengatakan, sumber pendanaan dapat berasal dari APBN atau skema keuangan negara lainnya.
“Tadi disebutkan bahwa keuangan negara. Keuangan negara bisa, bisa APBN bisa yang lainnya. Tapi secara umum siap untuk keuangan negaranya,” tegas Gus Irfan.
Sebelumnya, penambahan biaya penerbangan ini diusulkan Maskapai Garuda Indonesia dan Saudi Airlines. Kenaikan tersebut dipicu naiknya harga avtur akibat ketegangan geopolitik di Timur Tengah.
“Avtur mengalami kenaikan luar biasa akibat perang timur tengah, maskapai Garuda dan Saudia menaikkan biaya penerbangan per jemaah. Garuda naik (Rp) 7,9 juta per jemaah. Saudia naik $480 per jemaah,” kata Wamenhaj Dahnil Anzar Simanjuntak.
Dahnil menyebut, Presiden Prabowo memerintahkan agar penambahan biaya itu tak dibebankan kepada jemaah.





