Penulis: Jati
TVRINews, Yogyakarta
Pemasyarakatan kini tak lagi sekadar dimaknai sebagai masa menjalani hukuman, tetapi juga sebagai proses pembinaan untuk membekali warga binaan agar kembali produktif di tengah masyarakat. Semangat ini diwujudkan melalui pembukaan Galeri Pemasyarakatan di Lapas Kelas IIA Wirogunan, Yogyakarta.
Peresmian galeri dilakukan oleh Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan DIY, Lili, bersama Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, yang ditandai dengan prosesi pemotongan pita.
Galeri ini menjadi ruang expo bagi berbagai karya warga binaan yang dipamerkan untuk mendapatkan apresiasi sekaligus dikenal oleh masyarakat luas. Beragam produk ditampilkan, mulai dari lukisan, kentongan, hingga batik ecoprint yang mencerminkan kreativitas dan keterampilan mereka.
Tak hanya karya seni, warga binaan juga menghasilkan produk kuliner siap saji seperti bakpia, aneka roti dan kue kering, serta jamu. Produk-produk tersebut dinilai memiliki nilai ekonomi dan diharapkan mampu menembus pasar yang lebih luas dengan kualitas yang kompetitif.
Dalam sambutannya, Lili menyebut Galeri Pemasyarakatan sebagai langkah konkret untuk mendorong pembinaan yang berorientasi pada kemandirian dan produktivitas.
Ia menegaskan bahwa karya yang dipamerkan menjadi bukti nyata potensi warga binaan dalam menghasilkan produk bernilai jual.
Sementara itu, Hasto Wardoyo menilai kehadiran galeri ini membuka ruang bagi warga binaan untuk belajar, berkembang, serta menemukan kembali harapan hidup.
Ia juga berkomitmen mendorong dukungan dari organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kota Yogyakarta untuk membantu pemasaran produk hasil karya warga binaan.
"Kami sudah beberapa kali melihat langsung kegiatannya, dan terasa bahwa layanan di lembaga pemasyarakatan kini semakin manusiawi. Saya juga melihat langsung dapurnya yang sudah baik, dan hari ini semakin tersentuh karena karya warga binaan bisa dipasarkan, bahkan hasilnya tidak kalah dengan produk di luar," ujar Hasto, Selasa 14 April 2026.
Pembukaan Galeri Pemasyarakatan ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Bakti Pemasyarakatan ke-62 yang mengusung tema Pemasyarakatan Kerja Nyata, Pelayanan Prima.
Sejumlah unit pemasyarakatan turut terlibat dalam kegiatan ini, di antaranya Lembaga Pemasyarakatan Perempuan, Balai Pemasyarakatan Wates, serta Balai Pemasyarakatan Wonosari, yang bersama-sama mendukung pengembangan keterampilan dan kemandirian warga binaan.
Editor: Redaksi TVRINews





