Fujisawa, kota di Prefektur Kanagawa, Jepang, tengah menjadi perhatian usai adanya aksi protes terkait rencana pembangunan masjid di wilayah tersebut.
Di balik demo tersebut, pelaku industri perjalanan menilai Fujisawa sebenarnya memiliki potensi sebagai destinasi wisata alternatif bagi wisatawan Indonesia.
Menurut perwakilan travel agent, saat ini Fujisawa memang belum menjadi destinasi utama bagi wisatawan Indonesia jika dibandingkan dengan kota-kota besar seperti Tokyo, Osaka, maupun Kyoto. Namun demikian, kota ini dinilai memiliki daya tarik tersendiri, terutama bagi wisatawan yang mencari pengalaman berbeda saat berlibur ke Jepang.
“Fujisawa berpotensi diminati segmen traveler yang mencari destinasi lebih autentik, tenang, serta dekat dengan alam dan budaya lokal Jepang,” ujar GM Communication & CRM Golden Rama Tours & Travel, Ricky Hilton, saat dihubungi kumparan pada Selasa (14/4).
Meski demikian, hingga kini belum banyak paket wisata khusus yang menjadikan Fujisawa sebagai tujuan utama. Permintaan pasar yang masih terbatas menjadi salah satu alasan destinasi ini belum masuk jalur utama wisatawan Indonesia.
Meski begitu, Fujisawa dinilai cocok dimasukkan dalam perjalanan khusus atau private tour, terutama bagi wisatawan yang ingin menjelajahi kawasan sekitar Kanagawa seperti Kamakura dan Enoshima.
Bagi pelaku industri wisata, Fujisawa merepresentasikan sisi Jepang yang lebih santai, indah, dan penuh nuansa lokal.
Kota seperti ini disebut sejalan dengan tren perjalanan saat ini, di mana wisatawan semakin mencari pengalaman personal dan berkesan, bukan sekadar mengunjungi destinasi populer.





