Bisnis.com, SURABAYA – Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) menyanjung Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) yang memanfaatkan dana hibah dari luar negeri senilai Rp650 miliar guna meningkatkan kualitas sumber daya manusia hingga usaha untuk mewujudkan hilirisasi inovasi dan riset.
Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy mengungkapkan bahwa ITS telah menerima dana hibah dari Asian Development Bank (ADB) melalui program Higher Education for Technology and Innovation (HETI) sejak 2022 dengan alokasi bantuan mencapai Rp650 miliar.
"Ternyata itu digunakan dengan amat baik sekali. Hasilnya bukan hanya bangunan gedung, bukan hanya pengembangan SDM berupa peningkatan kualitas dosen, tapi juga menghasilkan mahasiswa yang bisa menghasilkan produk inovasi, dan yang paling menarik adalah inovasinya sangat nyata," ungkap Rachmat di Surabaya, Senin (13/4/2026).
Seperti diketahui, pemerintah saat ini juga mendorong pembentukan National Technology Transfer Office (NTTO) atau Badan Transfer Teknologi Nasional guna mengawasi proses hilirisasi dan komersialisasi inovasi, termasuk yang ditelurkan oleh segenap perguruan tinggi, agar dapat lebih terarah dan memiliki daya saing.
Rachmat pun merinci berbagai inovasi yang telah dilahirkan oleh tenaga pengajar maupun mahasiswa ITS yang memiliki potensi besar. Di antaranya pengembangan bensin berbahan dasar minyak kelapa sawit (Benwit), baterai, sepeda motor listrik, alat penangkap emisi karbon dioksida (CO2) dan metana, hingga teknologi kelautan, yakni peralatan untuk menjaga keseimbangan kapal, serta sonar presisi.
"Banyak sekali [inovasi] yang dihasilkan, dan yang paling penting, saya juga sempat mencatat ternyata ITS bisa menghemat, dan dari penghematan itu nantinya akan membuat semacam laboratorium untuk menghasilkan semikonduktor.
Lagi-lagi, ITS mempelopori. Tidak hanya meningkatkan efisiensi, tapi juga menghasilkan tambahan produk yang bernilai ekonomi dan itu sangat dibutuhkan oleh bangsa kita," paparnya.
Oleh sebab itu, Rachmat pun menegaskan bahwa pemerintah tetap senantiasa berkomitmen mendampingi perguruan tinggi dalam upaya mewujudkan hilirisasi inovasi maupun riset maupun target-target swasembada di berbagai sektor, yang selaras dengan visi Asta Cita Presiden Prabowo Subianto dan menuju tujuan Indonesia Emas 2045.
Dia menegaskan berbagai sumber daya alam (SDA) lokal yang terkandung menjadi salah satu modal berharga sebagai kunci kekuatan bangsa di masa mendatang.
"Pasti kami akan mendukung, di mana sekarang ini ada program kerja prioritas nasional. Jadi, program kerja yang diarahkan untuk untuk pengembangan sumber daya manusia, diarahkan untuk mulai dari swasembada energi, pangan, hingga air. Nah, ITS menjadi bagian dari itu," pungkasnya.





